der@zino Blog: Kesehatan

Pages

Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Tuesday, March 8, 2011

Arti Tulisan Resep dokter




Kode pada resep dokter.
Dokter biasanya memberikan resep dalam format tulisan yang “acak-acakan”. Dan kalau kita perhatikan seringkali digunakan singkatan latin untuk menuliskan resep seperti : Sig: I tab p.o. b.i.d p.c. yang artinya minum 1 tablet 2x sehari setelah makan. Ada baiknya kita tahu rahasia kode resep ini paling tidak sebagai tindakan preventif kalau dokter salah memberikan resep. Bukankah dokter juga manusia ?
 
Berikut ini beberapa rahasia tulisan didalam resep dokter :
a.c. : ante coenam : sebelum makan
a.d / AD : aurio dexter : telinga kanan
a.l. : aurio laeva : telinga kiri
a.s. / AS : auris sinister : telinga kiri
a.u. / AU : auris utro : kedua telinga
aa : anna : takaran obat dibawah sama dengan yang diatasnya
ad ad : hingga : sampai
ad. Lib. : ad libitum : digunakan sesuai keinginan (bebas)
alt. die. : alternus die : setiap lain hari
alt. h. : alternus hora : setiap lain jam
amp. : ampule : 1 dosis unit
aq : aqua : air
b.d. : bis die : 2x sehari
b.i.d. : bis in die : 2x sehari
b.i.n. : bis in noctus : 2x semalam
bis : bis : dua kali
bol. : bolus : sebanyak dosis tunggal
cap : capsula : kapsul
cc : cum cibos : dengan makanan
cc : cubic centimetres : sentimeter kubik
comp. : comsitus : diloleskan
d : dies : hari
d.t.d : da tales doses : takaran tertera dalam resep dibagi sejumlah bagian sesuai numero
dieb. alt. : diebus alternis : setiap lain hari
div. : divide : dibagi
emp. : ex modo prescripto : sesuai petunjuk
emul. : emulsio : emulsi
eq. pts. : equalis partis : bagian yang sama
ex aq : ex aqua : dalam air
fl. / fld. : fluida : cairan
g : gram : gram
gr : grain : grain (1 gram=15 grain)
grad. : gradatim : berangsur-angsur
gtt. : gutta : diteteskan
h. / hr. : hora jam
h.s. : hora somni : waktu tidur
i, ii, iii, or iiii : doses : jumlah dosis
I.D. : intra dermal : disuntikkan di bawah kulit
I.M. : intra muscularly : disuntikkan ke dalam otot
I.P : intraperitonial : itu injeksi yang disuntikkan melalui otot rongga perut
I.V. : intravena : injeksi untuk pembuluh balik
inj. : injectio : suntikan
in p. aeq. : dividiatur in partes aequales : dibagi menjadi bagian yg sama
lin : linimentum : digosok
liq : liquor : solution
lot. : lotio : itu obat berbentuk cairan untuk digunakan ke kulit / tidak diminum
m, min. : minimum : minimal
M. : Misce : campur
mane : mane : pagi hari
mcg : microgram mikro gram
mEq : milli equivalent : mili ekuivalen
mg : milligram : mili gram
mist. : mistura : campur
mixt. : mixtura : mixture
ml : millilitter : mili liter
nebul : nebula : semprotan
no. : numero : nomor
nocte : nocte : malam
noct. maneq. : noct maneque : pagi dan malam hari
non rep. : non repetatur : tidak dapat diulang
npo : nill per os : tidak ada yg melalui mulut
o.d / OD : oculus dexter : mata kanan
o.l. : oculus laeva : mata kiri
o.m. : omni mane : pada pagi hari
o.n. : omni nocte : pada malam hari
o.s / OS : oculus sinister : mata kiri
o.u / OU : oculo utro : setiap mata
opth : opthalmic : pada mata
os : ossa : tulang
otic : otical : pada telinga
p.c. : post coenam : setelah makan
p.o. : per os : melalui mulut
p.p.a. : phiala prius agitata : dikocok dahulu
p.r : pro rectum : melalui anus
p.r.n. : pro re nata : sesuai kebutuhan
p.v. : per vaginum : melalui kelamin wanita
per : per : melalui
pil : pilula : pil
pulv. : pulvis : bubuk
q : quaque : setiap
q._h : quaque …. hora : setiap …. jam
q.3h : quaque 3 hora : setiap 3 jam
q.a.d : quaque alternis die : setiap hari yang berbeda
q.d. / QD : quaque die : setiap hari
q.h.s : quaque hora somni : setiap menjelang tidur
q.i.d. : quarter in die : 4x sehari
q.o.d. / QOD : quaque os die : setiap hari yang berbeda
qq. hh. : quaque hora : setiap jam
q.q.h. : quarter quaque hora : setiap 4 jam
q.s. : quantum sufficiat : gunakan secukupnya
qAM : quaque ante meridiem :setiap pagi
ql : quantum libet :sebanyak yang diinginkan
q.p. : quantum placeat : sebanyak yang dianjurkan
qPM : quaque post meridiem : setiap sore
qv : quantum vis : sebanyak
R/ : recipe : ambil
rep. , rept. : repetatur : dapat diulang
Rx : radix : resep
s : sine : tanpa
s.a. : secundum artum : gunakan sesuai pertimbangan
s.i.d : semel in die : sekali sehari
s.o.s. : si opus sit : segera jika dibutuhkan
SC, subc, subq,subcut : sub cutem : disuntikkan di bawah kulit
Sig. / S : signa, signetur : tulis pada label
SL : sub lingualy : di bawah lidah
sol. :solutio : larutan
ss. : semis : setengah / separuh
stat. : statim : segera
supp. : suppositoria : obat yang dimasukkan melalui anus
susp. : suspensio : suspensi (zat / obat padat yang didispersikan ke dalam zat cair)
syr. : syrupus : sirup
t.d.s : ter die sumendum : 3x sehari
t.i.d. : ter in die : 3x sehari
t.i.w. : ter in w : 3x seminggu
tab. : tabella : tablet
tal. : talus : seperti
tbsp. : tablespoon : sendok makan (15 ml)
tr, tinc., tinct. : tincture : larutan dlm alkohol
troche : trochiscus : obat batuk
tsp. : teaspoon : sendok teh (5 ml)
u.d. / ut dict. : ut dictum : sesuai petunjuk
ung. : unguentum : obat salep
vag. : vaginum : alat kelamin wanita

read_more

Thursday, February 10, 2011

Apa Sih Enterobacter Sakazakii Itu?


Hari ini, Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan  Institut Pertanian Bogor (IPB) akan mengklarifikasi dan mengumumkan perihal cemaran bakteri Enterobacter sakazakii (E. sakazakii) dalam susu formula anak-anak dan makanan bayi.  Pengumuman nama-nama merek susu yang tercemar ini akan dilakukan di Gedung Kementerian Komunikasi dan Informasi.
Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) telah memerintahkan Kementerian Kesehatan, BPOM dan IPB untuk mengumumkan nama produsen susu formula yang ditemukan mengandung bakteri tersebut.
Perintah itu dikeluarkan karena ada salah seorang warga yang menggugat hasil penelitian itu dan menuntut pemerintah mengumumkan para produsen susu sehingga bisa mengambil tindakan pencegahan. MA yang memenangkan gugatan itu kemudian memerintahkan ketiga pihak yakni Kemenkes, Badan POM dan IPB mengumumkan nama produsen.
Berdasarkan hasil penelitian IPB terhadap 74 sampel susu formula, 13,5 persen di antaranya mengandung bakteri berbahaya tersebut. Penelitian sendiri telah dilakukan pada 2008 silam, tetapi ketiga pihak tersebut tidak bersedia mengumumkan.
Untuk sekedar kembali mengingatkan, berikut adalah artikel dari Dr Widodo Judarwanto SpA yang mengulas informasi mengenai bakteri Enterobacter Sakazakii. Apakah cemaran bakteri ini berbahaya pada bayi atau anak? Dan bagaiamana hal itu bisa terjadi?
Gejala keracunan yang ditimbulkan oleh susu formula bayi tidak disebabkan oleh komponen biokimia atau bahan yang terkandung di dalamnya. Manusia dapat mengalami gejala keracunan karena susu tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri. Susu dapat menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri, karena di dalamnya terdapat komponen biokimia yang juga diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang.
Selain E. sakazakii, bakteri lain yang sering mengkontaminasi susu formula adalah Clostridium botulinu, Citrobacter freundii, Leuconostoc mesenteroides Escherichia coli Salmonella agona, Salmonella anatum, Salmonella bredeney, Salmonella ealing,  Salmonella Virchow,  Serratia marcescens, Salmonella isangi dan berbagai jenis salmonella lainnya.
Enterobacter sakazakii
E. sakazakii pertamakali ditemukan pada tahun 1958 pada 78 kasus bayi dengan infeksi meningitis.  Sejauh ini juga dilaporkan beberapa kasus yang serupa pada beberapa Negara. Meskipun bakteri ini dapat menginfeksi pada segala usia tetapi resiko terbesar terkena adalah usia bayi. Peningkatan kasus yang besar di laporkan terjadi di bagian Neonatal Intensive Care Units (NICUs) beberapa rumah sakit di Inggris, Belanda, Amerika dan Kanada.
Di Amerika Serikat angka kejadian infeksi E. sakazakii yang pernah dilaporkan adalah 1 per 100 000 bayi. Terjadi peningkatan angka kejadian  menjadi 9.4 per 100 000 pada bayi dengan berat lahir sangat rendah (<1.5 kg) . Sebenarnya temuan peneliti IPB tersebut mungkin tidak terlalu mengejutkan karena dalam sebuah penelitian prevalensi  kontaminasi di sebuah negara juga didapatkan dari 141 susu bubuk formula didapatkan 20 kultur positif  E. sakazakii.   E. sakazakii adalah suatu kuman jenis gram negatif dari keluarga enterobacteriaceae. Organisme ini dikenal sebagai yellow pigmented Enterobacter cloacae.  Pada tahun 1980, bakteri ini diperkenalkan sebagai bakteri jenis yang baru berdasarkan pada perbedaan analisa hibridasi DNA, reaksi biokimia dan uji kepekaan terhadap antibiotika. Disebutkan  dengan hibridasi DNA menunjukkan E sakazakii 53 - 54% dikaitkan dengan 2 spesies yang berbeda genus yaitu Enterobacter dan Citrobacter.
Pada penelitian tahun 2007, beberapa peneliti mengklarifikasi kriteria taxonomy dengan menggunakan cara lebih canggih yaitu dengan  f-AFLP, automated ribotyping, full-length 16S rRNA gene sequencing and DNA-DNA hybridization. Hasil yang didapatkan adalah klasifikasi alternatif dengan temuan genus baru yaitu Cronobacter yang terdiri dari 5 spesies.
Hingga saat ini tidak banyak diketahui tentang virulensi  dan daya patogeniotas bakteri berbahaya ini. Bahan enterotoxin diproduksi oleh beberapa jenis strains kuman. Dengan menggunakan kultur jaringan diketahui efek enterotoksin dan beberapa strain tersebut. Didapatkan 2 jenis strain bakteri yang berpotensi sebagai penyebab kematian, sedangkan beberapa strain lainnya non-patogenik atau tidak berbahaya. Hal inilah yang mungkin menjelaskan kenapa sudah ditemukan demnikian banyak susu terkontaminasi tetapi belum banyak dilaporkan terjadi korban terinfeksi bakteri tersebut.
Meskipun infeksi karena bakteri ini sangat jarang, tetapi dapat mengakibatkan penyakit yang sangat berbahaya sampai dapat mengancam jiwa, di antaranya adalah neonatal meningitis (infeksi selaput otak pada bayi), hidrosefalus (kepala besar karena cairan otak berlebihan), sepsis (infeksi berat) , dan necrotizing enterocolitis (kerusakan berat saluran cerna). Sedangkan pada beberapa kasus dilaporkan terjadi infeksi saluran kencing.
Secara umum, tingkat kefatalan kasus (case-fatality rate) atau resiko untuk dapat mengancam jiwa berkisar antara 40-80% pada bayi baru lahir yang mendapat diagnosis infeksi berat karena penyakit ini. Infeksi otak yang disebabkan karena E. sakazakii dapat mengakibatkan infark atau abses otak (kerusakan otak) dengan bentukan kista, gangguan persarafan yang berat dan gejala sisa gangguan perkembangan.
Gejala yang dapat terjadi pada bayi atau anak di antaranya adalah diare, kembung, muntah, demam tinggi, bayi tampak kuning, kesadaran menurun (malas minum, tidak menangis), mendadak biru, sesak hingga kejang. Bayi prematur, berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram) dan penderita dengan gangguan kekebalan tubuh adalah individu yang paling berisiko untuk mengalami infeksi ini. Meskipun juga jarang bakteri patogen ini dapat mengakibatkan bakterimeia dan osteomielitis (infeksi tulang)  pada penderita dewasa. Pada penelitian terakhir didapatkan kemampuan 12 jenis strain E. sakazakii untuk bertahan hidup pada suhi 58 C dalam proses pemanasan rehidrasi susu formula.
Proses pencemaran
Terjadinya kontaminasi bakteri dapat dimulai ketika susu diperah dari puting sapi.  Lubang puting susu memiliki diameter kecil yang memungkinkan bakteri tumbuh di sekitarnya. Bakteri ini ikut terbawa dengan susu ketika diperah. Meskipun demikian, aplikasi teknologi dapat mengurangi tingkat pencemaran pada tahap ini dengan penggunaan mesin pemerah susu (milking machine), sehingga susu yang keluar dari puting tidak mengalami kontak dengan udara.
Pencemaran susu oleh mikroorganisme lebih lanjut dapat terjadi selama pemerahan (milking), penanganan (handling), penyimpanan (storage), dan aktivitas pra-pengolahan (pre-processing) lainnya. Mata rantai produksi susu memerlukan proses yang steril dari hulu hingga hilir, sehingga bakteri tidak mendapat kesempatan untuk tumbuh dan berkembang dalam susu.
Peralatan pemerahan yang tidak steril dan tempat penyimpanan yang tidak bersih dapat menyebabkan tercemarnya susu oleh bakteri. Susu memerlukan penyimpanan dalam temperatur rendah agar tidak terjadi kontaminasi bakteri. Udara yang terdapat dalam lingkungan di sekitar tempat pengolahan merupakan media yang dapat membawa bakteri untuk mencemari susu. Proses pengolahan susu sangat dianjurkan untuk dilakukan di dalam ruangan tertutup.
Manusia yang berada dalam proses pemerahan dan pengolahan susu dapat menjadi penyebab timbulnya bakteri dalam susu. Tangan dan anggota tubuh lainnya harus steril ketika memerah dan mengolah susu. Bahkan, hembusan napas manusia ketika proses pemerahan dan pengolahan susu dapat menjadi sumber timbulnya bakteri. Sapi perah dan peternak yang berada dalam sebuah peternakan harus dalam kondisi sehat dan bersih agar tidak mencemari susu.  Proses produksi susu di tingkat peternakan memerlukan penerapan good farming practice seperti yang telah diterapkan di negara-negara maju.
Antisipasi
Dari berbagai penelitian dan pengalaman di beberapa Negara tersebut sebenarnya WHO (World Health Organization), USFDA (United States Food and Drug Administration)  dan beberapa negara maju lainnya telah menetapkan bahwa susu bubuk formula bayi bukanlah produk komersial yang steril.
Sedangkan susu formula cair yang siap saji, dianggap sebagai produk komersial steril karena dengan proses pemanasan yang cukup.  Sehingga di bagian perawatan bayi NICU, USFDA menggunakan perubahan rekomendasi dengan pemberian susu bayi formula cair siap saji untuk penderita bayi prematur yang rentan terjadi infeksi. Sayangnya di Indonesia produk susu tersebut belum banayak dan relative mahal harganya.
Rekomendasi lain yang harus diperhatikan untuk mengurangi resiko infeksi tersebut adalah cara penyajianh yang baik dan benar. Diantaranya dalah menyajikan hanya dalam jumlah sedikit atau secukupnya untuk setip kali minum untuk mengurangi kuantitas dan waktu susu formula terkontaminasi dengan udara kamar. Meminimalkan hang time atau waktu antara kontak susu dengan udara kamar hingga saat pemberian. Waktu yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 4 jam. Semakin lama waktu tersebut meningktkan resiko pertumbuhan mikroba dalam susu formula tersebut.
Hal lain yang penting adalah memperhatikan dengan baik dan benar cara penyajian susu formula bagi bayi, sesuai instruksi dalam kaleng atau petunjuk umum. Peningkatan pengetahuan orangtua, perawat bayi dan praktisi klinis lainnya tentang prosedur persiapan dan  pemberian susu formula yang baik dan benar harus terus dilakukan.
Terlepas benar tidaknya akurasi temuan tersebut sebaiknya pemerintah dalam hal ini departemen kesehatan harus bertindak cepat dan tepat sebelum terjadi kegelisahan dan korban yang memakan jiwa. Sedangkan orangtua tetap waspada dan tidak perlu kawatir berlebihan ternyata temuan tersebut juga pernah dilaporkan oleh USFDA tetapi tidak terjadi kasus luar biasa Karena mungkin sebagian besar adalah kuman non pathogen atau yang tidak berbahaya. Tetapi apapun juga, jangan sampai terjadi banyak anak Indonesia terkorbankan hanya karena keterlambatan mengantisipasi keadaan.
Susu yang terkontaminasi penyebab infeksi :
Clostridium botulinum, satu kasus infeksi (Inggris, 2001) Enterobacter sakazakii, beberapa kasus (beragam negara) Salmonella agona, satu kasus infeksi (Perancis, 2005) Salmonella anatum, satu kasus infeksi (Inggris, 1996) Salmonella bredeney, dua kasus (Australia, 1977; Perancis, 1988) Salmonella ealing, satu kasus (Inggris, 1985) Salmonella london, satu kasus (Korea, 2000) Salmonella tennessee, satu kasus (Amerika Serikat, Kanada, 1993) Salmonella virchow, satu kasus (Spanyol, 1994)
Susu terkontaminasi bakteri di rumahsakit :
Citrobacter freundii, satu kasus Enterobacter sakazakii dan Leuconostoc mesenteroides, satu kasus Enterobacter sakazakii, beberapa kasus Escherichia coli, satu kasus Salmonella isangi, satu kasus Salmonella saintpaul, satu kasus Serratia marcescens, satu kasus.


Dr Widodo Judarwanto SpA adalah dokter spesialis anak dari RS Bunda Jakarta, Klinik Kesulitan Makan, Jl. Rawasari Selatan 50, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
read_more

Tuesday, February 8, 2011

Lensa Mata Disedot, Katarak Pun Sirna

KATARAK memang termasuk penyakit yang tidak bisa diobati. Namun, masih ada jalan untuk mengenyahkannya, salah satunya lewat pembedahan atau operasi.
"Dalam operasi itu, isi lensa mata yang keruh disedot hingga bersih dan diganti dengan lensa buatan atau intraocular lens agar bisa melihat kembali," ujar Upik Mahna Dewi, Dokter Spesialis Mata Klinik Mata Nusantara. Dengan cara ini penderita katarak bisa melihat kembali dengan jelas.
Dalam dunia kedokteran, telah berkembang dua macam teknik pembedahan katarak.
Pertama, teknik extracapsular cataract extraction (ECCE). Ini adalah teknik lama dalam operasi katarak. Teknik ECCE dilakukan dengan mengeluarkan lensa mata secara utuh.
Dalam teknik ECE ini, sang dokter membuat sayatan pada permukaan mata (dekat kornea) sebesar ukuran lensa yang akan diambil. Sebagai informasi, ukuran lensa mempunyai tebal sekitar 4 mm hingga 9 mm dengan diameter sebesar 7 mm. Setelah lensa dikeluarkan, lensa buatan dipasang untuk menggantikan lensa asli, tepat di posisi semula.

Namun, teknik ini mulai jarang dilakukan lantaran proses penyembuhan luka butuh waktu lama. Selain itu, tindakan operasi dengan ECCE hanya dapat dilakukan bila katarak sudah benar-benar matang, yakni katarak berada pada grade matur dan hipermatur.
Kedua, teknik phacoemulsifikasi. Boleh dibilang teknik ini tergolong baru. Bedanya dengan ECCE, teknik phacoemulsifikasi tak membuat luka sayatan selebar ukuran lensa. Dokter hanya butuh sayatan selebar 1,4 mm sampai 2 mm untuk mengeluarkan lensa.
Prosesnya dengan memasukkan alat yang sangat kecil, seperti jarum, untuk menghancurkan sekaligus menyedot lensa yang keruh. Selanjutnya, pada saat bersamaan lensa yang telah hancur itu disedot keluar dengan bantuan suatu cairan.
Teknik phacoemulsifikasi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan ECCE. Jelas, luka sayatan lebih kecil sehingga tak butuh waktu lama untuk recovery atau pemulihan. "Jika luka dari teknik ECCE harus dijahit sehingga butuh waktu untuk penyembuhan luka dan pemulihan penglihatan sekitar satu minggu, teknik yang lebih baru ini hanya butuh waktu satu hari," kata Istiantoro, dokter spesialis mata sekaligus Direktur Jakarta Eye Center.

Selain itu, operasi memakai teknik phacoemulsifikasi bisa dilakukan setiap saat. "Tindakan operasi tak harus menunggu hingga katarak matang," tutur Upik. Operasi bisa langsung dilakukan bila penderita merasa terganggu dalam aktivitas sehari-hari.

"Apalagi, dokter biasanya akan mengharuskan tindakan operasi bila telah ada komplikasi katarak, seperti glaukoma (tekanan bola mata tinggi) atau terjadi peradangan dalam mata atau uveitis," kata Tjahjono D Gondhowiardho, Ketua Umum Perdami. 
Sumber : KONTAN
read_more

Sekali Bersin, Ruangan Terkontaminasi 1 Jam

 
 
Menurut laporan terbaru yang dipublikasikan Journal of Royal Society Interface, satu kali bersin bisa mengkontaminasi sebuah ruangan untuk periode waktu lebih dari satu jam.

Peneliti dari Virginia Tech, Amerika Serikat, menganalisis sampel udara dari tiga buah pesawat terbang, ruang tunggu pada sebuah klinik kesehatan, dan tiga ruang perawatan. Hasilnya, separuh sampel udara yang diperoleh mengandung partikel udara yang terkontaminasi virus flu.

“Dari rata-rata satu meter kubik udara yang dijadikan sampel tercatat mengandung lebih dari 16 ribu partikel virus flu,” kata Linsey Marr, ketua tim peneliti dari Virginia Tech, seperti dikutip dari MedIndia.

Virus tersebut, menurut Marr, masih tetap aktif di udara meskipun telah lebih dari satu jam keluar dari saluran pernafasan penderita flu yang bersin.

Marr menyebutkan, mengingat tingginya konsentrasi virus tersebut di udara, jika seseorang terus menghirup udara di ruangan tersebut selama satu jam, jumlah virus sudah cukup untuk memicu infeksi.

“Partikel udara yang mengandung virus tersebut cukup kecil hingga memungkinkan satu partikel terkecil sekalipun bisa bertahan selama beberapa hari,” ucap Marr.

• VIVAnews
read_more

Katarak, Kaburnya Mata pada Usia Senja


Bertambahnya usia umumnya membuat fungsi mata berkurang. Mata yang dulu bisa melihat jelas kini menjadi kabur, bahkan sering tidak tertolong walau menggunakan kacamata. Warna yang cerah pun perlahan memudar. Jika hal itu terjadi, ancaman katarak sudah di depan mata.
Selain pandangan kabur dan warna yang terlihat pudar, gejala lain katarak adalah silau berlebihan bila terkena cahaya, tidak dapat melihat dengan baik pada malam hari, serta penglihatan ganda terhadap satu obyek.
Katarak umumnya muncul pada kelompok usia lanjut di atas 60 tahun. Penyakit ini merupakan implikasi langsung dari proses penuaan. Namun seiring perubahan gaya hidup, katarak jamak dijumpai pada mereka yang berusia sekitar 45 tahun.
Pengaruh rokok, penyakit diabetes, kecelakaan, radang pada mata, atau penggunaan obat- obatan tertentu dapat memicu katarak pada kelompok usia menengah.
Katarak juga dapat dijumpai pada bayi. Sekitar 0,4 persen bayi yang lahir mengalami katarak kongenital yang terjadi akibat faktor keturunan, kelainan kromosom, adanya penyakit metabolisme, hingga penggunaan obat-obatan tertentu saat kehamilan atau melahirkan.
Ketua Pengurus Pusat Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PP Perdami) Nila Djuwita F Moeloek, Sabtu (15/1) di Jakarta, mengatakan, posisi Indonesia di daerah tropis membuat potensi terjadinya katarak sangat tinggi. Selain faktor pertambahan usia, katarak dapat dipicu oleh pajanan sinar ultraviolet matahari.
Kaburnya pandangan penderita katarak disebabkan oleh perubahan kejernihan lensa mata akibat diselimuti protein jenis tertentu.
Lensa mata berperan memfokuskan cahaya yang masuk ke mata menuju retina. Dari retina, cahaya diteruskan ke saraf optik menuju otak untuk diinterpretasi. Jika lensa mata tertutup selaput katarak, interpretasi otak terhadap obyek terganggu.
Jika dilihat orang lain, protein yang menyelimuti lensa itu terlihat seperti bintik putih atau kotoran pada pupil (lingkaran berwarna hitam) bola mata.
Menurut Nila, satu-satunya cara untuk mengatasi katarak adalah pembedahan. Teknik yang paling banyak digunakan adalah ekstraksi ekstrakapsular, yaitu mengangkat lensa mata asli dan menggantikan dengan lensa intraokuler buatan.
Operasi dilakukan dengan mengiris dan membuang lapisan katarak lapis demi lapis hingga mencapai lensa mata. Setelah lensa mata asli diangkat, diganti dengan lensa tanam. ”Tingkat keberhasilan operasi katarak sangat tinggi. Komplikasi pascaoperasi sangat kecil,” katanya.
Menurut Nila, risiko terkena katarak sebenarnya dapat dicegah dengan mengenakan kacamata hitam dan topi saat beraktivitas di luar, menghindari rokok dan mencegah diabetes, serta menjaga pola hidup sehat.
Sekretaris PP Perdami Gitalisa Andayani mengatakan, jumlah penderita katarak di Indonesia merupakan yang tertinggi kedua di Asia setelah India.
Survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran tahun 1993-1996 menunjukkan, angka kebutaan penduduk Indonesia 1,5 persen. Jika jumlah penduduk saat ini 237,6 juta jiwa, penderita kebutaan ada 3,5 juta jiwa. Lebih dari separuh kebutaan disebabkan oleh katarak.
Jumlah penderita katarak setiap tahun bertambah 240.000 orang, tetapi yang bisa mengakses operasi katarak hanya 120.000 penderita. Akibatnya, terjadi penumpukan penderita.
Mereka yang tinggal di pantai dan bekerja di tempat terbuka lebih rentan terkena katarak dibandingkan dengan mereka yang tinggal di pegunungan atau bekerja dalam ruang.
Sebagian besar penderita katarak adalah kelompok ekonomi menengah bawah. Padahal, banyak di antara mereka termasuk kelompok usia produktif yang harus menanggung beban ekonomi keluarga.
Banyak penderita tak mampu mengakses operasi katarak akibat biaya yang mahal. Sejumlah lembaga, seperti Perdami, Mata Hati, dan Palang Merah Indonesia, sering menyelenggarakan operasi katarak gratis.
Namun, itu belum bisa menjangkau seluruh penderita. Industri jamu Sido Muncul mulai memberikan bantuan operasi katarak gratis bagi 5.000 penderita. Presiden Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat berharap upaya ini diikuti oleh industri lain.
Sumber : Kompas Cetak
read_more

Monday, February 7, 2011

5 Menit Pertama Selamatkan Nyawa


Serangan jantung merupakan keadaan darurat medis. Jangan menunda mencari bantuan medis karena dalam situasi ini setiap waktu berpacu dengan kerusakan otot jantung dan bisa menimbulkan komplikasi bahkan kematian.

Gejala utama serangan jantung adalah rasa tertekan atau remasan kuat di dada. Rasa tertekan ini bisa menjalar ke leher dan terkadang disertai keringat dingin dan rasa lemas. "Bila muncul kondisi ini seseorang harus curiga apakah ia mengalami serangan jantung, apalagi kalau orang itu punya faktor risiko, seperti merokok atau menderita diabetes," kata dr.Santoso Karo Karo, Sp.JP, dari RS.Jantung Harapan Kita Jakarta.
Santoso menjelaskan, dalam 5 menit pertama, orang yang menderita serangan jantung harus segera mencari bantuan medis. "Pergilah ke rumah sakit, bukan tempat dokter praktek karena di rumah sakit tersedia bantuan yang diperlukan untuk membatasi kerusakan jantung," paparnya di sela acara kesehatan jantung di Yayasan Jantung Indonesia.
Bila jarak antara rumah sakit dan pasien terlalu jauh, pasien serangan jantung bisa diberi pertolongan darurat dengan mengunyah empat tablet aspirin. Obat antikoagulan seperti aspirin atau heparin akan membuat darah tidak lagi membentuk bekuan.
"Untuk orang yang punya faktor risiko atau riwayat serangan jantung, sebaiknya selalu membawa aspirin ke manapun. Begitu muncul serangan, langsung kunyah-kunyah, bukan di telan dengan air," papar Santoso.
Dalam buku Mayo Clinic Family Health Book disebutkan, di menit-menit awal begitu terjadinya serangan jantung, akan terjadi fibrilasi ventrikel. Irama jantung yang tidak stabil ini menimbulkan denyut jantung yang tidak efektif dan otot jantung bergetar tanpa manfaat. Tanpa perawatan langsung, fibrilasi ventrikel akan mengakibatkan kematian mendadak.
Penanganan pertama serangan jantung adalah pemakaian AEDs (automatic external defribrillators). Penangangan selanjutnya akan dilakukan di rumah sakit, termasuk dengan pemberian obat-obatan untuk memulihkan aliran darah menuju jantung, seperti aspirin.
Dalam kasus serangan jantung, menurut Santoso, terdapat masa emas (golden period) untuk menyelamatkan nyawa. "Dalam waktu 20 menit sejak terjadinya serangan jantung pasien harus mendapat pertolongan. Namun yang penting 5 menit pertama pasien harus curiga sehingga bisa mencari bantuan," katanya.
Yang harus dikenali adalah serangan jantung terkadang muncul tanpa pola yang khas. "Bisa juga berupa rasa nyeri di bagian iga atau lambung sehingga sering dikira sakit maag. Perasaan tertekan juga sering dikira masuk angin sehingga sering terlambat di bawa ke rumah sakit," urainya.
Pada sebagian orang, gejala utama serangan jantung adalah tiba-tiba mengalami napas pendek-pendek yang tidak atau bisa diikuti rasa nyeri dada. Ada juga yang terkena serangan jantung dengan hanya mengalami gejala jatuh pingsan secara mendadak. Yang terpenting, bersikaplah waspada, terutama bila Anda memiliki riwayat keluarga penderita penyakit jantung, merokok, memiliki kadar kolesterol tinggi, atau menderita diabetes.

Kompas
read_more

Yang Harus Dilakukan bila Terjadi Serangan Jantung


Setiap tahun, jutaan orang meninggal karena tidak segera mencari bantuan medis saat serangan jantung terjadi. Yang perlu diperhatikan adalah serangan jantung merupakan keadaan darurat medis. Dalam situasi ini, waktu berpacu dengan kerusakan otot jantung karena kehilangan pasokan darah.

Dalam buku panduan medis yang dikeluarkan Mayo Clinic disebutkan bahwa rasa tertekan atau remasan kuat di dada merupakan gejala utama serangan jantung. Serangan jantung juga bisa terjadi tiba-tiba atau didahului serangan angina (sesak di dada). Rasa nyeri yang ditimbulkan bisa menetap atau bisa hilang timbul. Bagaimanapun, rasa nyeri yang berlangsung lama atau hebat di dada atau perut bagian atas jangan diabaikan.

Bila Anda atau orang lain mengalami serangan jantung, maka segera hubungi rumah sakit yang memiliki fasilitas penanganan jantung. Menurut dr Muhammad Munawar, Sp JP (K), ahli jantung dari RS Jantung Binawaluya, Jakarta Timur, pasien jantung harus mendapat pertolongan medis kurang dari enam jam sejak terjadinya serangan.

Setiap menit yang berlalu membuat makin banyak jaringan otot yang kekurangan oksigen menjadi rusak atau mati. Jika aliran darah dapat segera dipulihkan, maka kerusakan jantung dapat dicegah atau dibatasi.

Pada dasarnya, ada dua penanganan utama pada pasien serangan jantung. "Yang pertama adalah pemberian obat trombolisis untuk membuka gumpalan dan memulihkan aliran darah. Bila diberikan kurang dari tiga jam setelah serangan, maka hasilnya sangat baik," papar dr Munawar.

Penanganan kedua adalah melakukan percutanous coronary intervension (PCI) atau intervensi koroner perkutan untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit. PCI yang dilakukan segera setelah serangan jantung disebut dengan Primary PCI. "Tingkat keberhasilan dari tindakan ini mencapai 95 persen bila dilakukan tidak lebih dari 95 menit dari waktu serangan jantung," tambah dr Munawar.

Untuk mendapatkan pertolongan medis yang tepat, yang perlu diperhatikan adalah membawa pasien ke rumah sakit yang memiliki fasilitas untuk serangan jantung dan dokter jantungnya siaga di sana.

Kompas
read_more

12 Tanda-tanda Gangguan Jantung


Penyakit jantung masih menjadi pembunuh utama di banyak negara, termasuk Indonesia. Menjalankan gaya hidup sehat merupakan cara paling efektif untuk melindungi diri dari penyakit ini. Cara lain adalah waspada jika muncul tanda-tanda gangguan jantung. Apa saja tandanya?

1. Cemas
Serangan jantung bisa menimbulkan rasa cemas atau ketakutan atas kematian. Bahkan, ada yang merasa seperti kiamat sudah datang.

2. Nyeri dada
Memang tak semua nyeri dada menjadi indikasi serangan jantung. Rasa nyeri ini kadang diibaratkan seperti dada yang diduduki gajah.

3. Batuk atau bersin terus-menerus
Ini bisa menjadi simtom gagal jantung sebagai akumulasi cairan di paru-paru.

4. Pusing

5. Kelelahan
Merasa kelelahan sepanjang hari bisa menjadi simtom dari gagal jantung.

6. Mual atau tidak nafsu makan
Sebenarnya bukan hal yang biasa ketika seseorang merasa sakit perut atau muntah saat mendapat serangan jantung. Namun, pembengkakan di bagian perut yang dikaitkan dengan gagal jantung memang dapat mengganggu nafsu makan.

7. Nyeri di bagian tubuh lain
Pada kebanyakan serangan jantung, rasa nyeri dimulai dari dada dan menyebar ke bahu, lengan, siku, punggung, leher, rahang, atau perut. Ada kalanya mereka yang mengalami serangan jantung tidak merasakan nyeri dada. Hanya ada rasa nyeri di daerah tubuh lainnya. Rasa nyeri pun bisa datang dan pergi.

8. Denyut jantung cepat atau tidak beraturan
Saat denyut jantung cepat dan tidak beraturan, apalagi dibarengi rasa lemas, pusing, atau napas pendek, hal itu bisa menjadi tanda serangan jantung, gagal jantung, ataupun aritmia.

9. Sulit bernapas
Ada kalanya seseorang yang mengalami serangan jantung tidak merasakan nyeri atau tekanan di dada, tetapi merasa kesulitan bernapas.

10. Berkeringat
Perlu diwaspadai kalau tiba-tiba Anda berkeringat, padahal sedang duduk diam di kursi.

11. Tubuh bengkak
Gagal jantung bisa menyebabkan cairan terkumpul di dalam tubuh. Akibatnya, terjadi pembengkakan di bagian tubuh, seperti kaki, perut, dan pergelangan kaki.

12. Sangat lemas
Mereka yang mengalami serangan jantung merasakan rasa lemas yang amat sangat. Rasanya mereka tidak bisa memegang selembar kertas di antara jarinya.


Sumber : Tabloid Gaya Hidup Sehat
read_more

Tips Mengenali Gejala Serangan Jantung


Keluhan serangan jantung tidak selalu seperti yang kita saksikan di layar sinetron saat aktor berakting memegang dada kiri, sementara mata mendelik, badan membungkuk, lalu tersungkur ke lantai.
Terdapat berbagai ragam keluhan serangan jantung dan gejalanya tidak sama pada tiap orang, terutama pada perempuan.
Serangan jantung yang dalam bahasa medis disebut acute miocard infark terjadi karena adanya sumbatan gumpalan darah di pembuluh koroner. Ada banyak hal yang bisa memicu serangan jantung, termasuk faktor usia, hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, konsumsi alkohol, stres, merokok, dan pola makan yang tidak sehat.
Untuk mengenali potensi serangan jantung sedini mungkin, kenali tanda-tanda penting gangguan jantung berikut ini:
Kelelahan dan sesak napas Rasa lelah yang berlebihan dan napas pendek-pendek adalah dua tanda yang coba dikirimkan tubuh agar Anda segera beristirahat. Namun, gejala ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada jantung sebagai respons tekanan ekstra pada jantung.
Bila Anda sering mengeluh kelelahan tanpa penyebab yang jelas, itu bisa jadi tanda ada sesuatu yang salah pada tubuh. Napas pendek-pendek dan kelelahan ini paling sering dialami perempuan dan terjadi sebulan sebelum serangan jantung.
Keringat dingin Berkeringat lebih dari biasanya, terutama jika Anda tidak sedang melakukan aktivitas, bisa menjadi gejala awal masalah pada jantung. Hal ini terjadi karena tubuh bekerja keras memompa darah melewati sumbatan di koroner sehingga tubuh mengeluarkan keringat lebih banyak untuk menjaga temperatur tubuh.
Mual, muntah, dan nyeri perut Keluhan serangan jantung biasanya disertai rasa mual, muntah, dan keringat dingin sehingga disalahartikan sebagai masuk angin. Akibatnya, penderita tidak dibawa ke rumah sakit. Pertolongan yang semestinya segera diberikan menjadi terlambat.
Nyeri dan rasa tertekan di dada Meski tidak semua serangan jantung memiliki gejala nyeri dada, tanda ini paling sering dikenali sebagai serangan jantung. Nyeri dada yang dialami digambarkan seperti sensasi tertekan benda berat atau gajah menginjak dada.
Nyeri di seluruh tubuh Rasa nyeri dan kaku di seluruh tubuh juga sering dialami orang yang pernah mengalami serangan jantung. Kebanyakan mengalami rasa nyeri dan kebas di tangan kiri. Namun, nyeri ini juga bisa muncul di berbagai bagian tubuh, seperti atas perut, pundak, punggung, bahkan rahang.
Pertolongan pertama Ketika terjadi serangan jantung, segeralah membawa pasien ke rumah sakit. Bila memungkinkan, berilah pasien aspirin untuk dikunyah. Tujuannya adalah melancarkan bekuan darah.
Sumber : Healthline
read_more

Friday, February 4, 2011

Nikel Pada Perhiasan yang Bikin Alergi

img
Perhiasan merupakan sesuatu yang indah dan berharga serta yang jadi favorit kaum hawa. Tapi apa jadinya bila kulit sangat sensitif dan alergi terhadap perhiasan?

Alergi perhiasaan biasanya mengacu pada suatu respons alergi terhadap nikel yang ditemukan di sebagian besar perhiasan. Bahkan emas berkarat tinggi sekalipun dapat memiliki kandungan nikel yang dapat menyebabkan masalah bagi sebagian orang.

Umumnya alergi nikel berkaitan dengan anting-anting dan perhiasan untuk tindikan tubuh lainnya. Selain pada perhiasan, nikel juga ditemukan dalam bahan tali jam, gesper ikat pinggang, kancing jeans atau bingkai kacamata.

Alergi nikel dapat mempengaruhi orang-orang dari segala usia. Seseorang dapat mengalami alergi nikel setelah satu bersentuhan dengan nikel abaik secara berulang atau dalam jangka waktu lama.

Gejala yang ditimbulkan dari alergi ini sebagian besar terjadi pada kulit yang bersentuhan dengan perhiasan mengandung nikel.

Seperti dilansir dari Ehow, Jumat (4/6/2010), gejala-gejala alergi perhiasan adalah:
  1. Ruam dan gatal-gatal pada kulit yang bersentuhan dengan perhiasan. Reaksi ini biasanya hanya terjadi pada kulit yang bersentuhan langsung, tapi tak jarang juga dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya.
  2. Rasa kesemutan dan gatal setelah perhiasan dikenakan selama sekitar 20 menit.
  3. Benjolan pada kulit, kemerahan atau perubahan warna kulit Kering bercak kulit yang dapat menyerupai luka bakar
  4. Alergi perhiasan dapat terjadi dengan cepat dan menjadi ruam lepuh, merah atau berair dalam beberapa hari setelah kontak langsung.

Untuk mengatasi dan meringankan gejala alergi perhiasan ini, dapat dilakukan cara sebagai berikut:
  1. Jauhlah perhiasan yang mengandung nikel bersentuhan langsung dengan kulit
  2. Bila kasus-kasus infeksi menyebabkan reaksi alergi terjadi, antibiotik mungkin diperlukan untuk meringankan keluhan
  3. Menahan godaan untuk menggaruk daerah sekitar kulit yang gatal. Menggaruk dapat merusak kulit dan menyebabkan iritasi, serta memungkinkan bakteri untuk masuk ke kulit yang teriritasi. Setelah ini terjadi, infeksi dengan cepat dapat menyebar ke jaringan sekitarnya.
  4. Bila masih ingin menggunakan perhiasan, Anda bisa gunakan stainless steel, emas murni atau 925 sterling perhiasan perak. Ini merupakan perhiasan yang bebas kandungan nikel.
  5. Kunjungi dokter dermatologis (spesialis kulit) bila gejala dan keluhan yang kunjung reda.
detikHealth
read_more

Cara Meminimalkan Risiko Polusi Saat Bersepeda

img

Bersepeda banyak digemari karena bisa melepaskan stres sekaligus membuat tubuh fit. Tapi tingginya kadar polusi udara bisa menjadi ancaman tersendiri bagi para pesepeda. Bagaimana cara meminimalkan risiko polusi saat gowes?

Mengendarai sepeda di daerah yang tercemar atau penuh dengan polusi bisa mengganggu kondisi kesehatan seseorang. Karenanya menjadi hal yang sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak polusi udara baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Polusi udara terdiri dari bermacam polutan seperti belerang dioksida, karbon monoksida, nitrogen dioksidan dan ozon yang memiliki efek bagi paru-paru. Selain itu partikel kecil serta halus yang dihasilkan oleh mesin diesel bisa terhirup lebih dalam ke paru-paru.

Efek yang timbul akibat terhirup polutan ini adalah:

  1. Menyebabkan iritasi jalan napas
  2. Peradangan di saluran napas
  3. Mengurangi jumlah oksigen yang berfungsi membawa darah
  4. Mengurangi fungsi paru-paru
  5. Kesulitan bernapas.
  6. Sedangkan radikal bebas yang terhirup bisa menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Umumnya pesepeda akan menghirup napas lebih dalam selama melakukan aktivitas fisik ini, karenanya ia bisa menghirup partikel lima kali lipat lebih banyak dari udara dibanding pengendara mobil atau yang menggunakan angkutan umum.

Jika tidak dilengkapi dengan masker atau pelindung lainnya, maka pesepeda memiliki risiko lebih besar terhadap gangguan paru-paru.

Untuk meminimalkan risiko polusi saat bersepeda ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan oleh para pesepada seperti dikutip dari BBCHealth, Jumat (4/2/2011) yaitu:

  1. Mencari alternatif rute yang jauh dari keramaian dan kepadatan lalu lintas akibat angkutan umum, kendaraan pribadi dan bis-bis besar, serta usahakan mencari jalan yang masih ditemukan banyak pohon.
  2. Saat berhenti di lampu lalu lintas atau persimpangan jalan, hindari terjebak di belakang bis atau knalpot kendaraan lainnya sehingga tidak terhirup asap kendaraan.
  3. Selalu menggunakan pelindung pernapasan seperti masker untuk mengurangi paparan polutan yang ada di jalan. Jika menggunakan masker kain sebaiknya sering-sering diganti atau dicuci.
  4. Sebaiknya bepergian saat masih pagi dan udara belum banyak tercemar olah polusi udara.
  5. Mengonsumsi makanan yang sehat dan mengandung antioksidan untuk menangkal atau mengurangi radikal bebas yang terhirup.
detikHealth
read_more

Tuesday, January 25, 2011

4 Alasan Malas Olahraga



Enggak sempat, terlalu lelah, membosankan, dan tak punya disiplin adalah 4 hal yang paling sering dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Padahal, Anda tahu ada begitu banyak manfaat yang bisa digali dari latihan olahraga yang sesuai untuk kondisi tubuh dan rutin dilakukan. Berikut adalah tips yang bisa Anda lakukan untuk melawan alasan-alasan tersering itu.

"Enggak ada waktu untuk olahraga"
Bagi Anda yang supersibuk dan merasa tak punya waktu untuk berolahraga, artinya Anda mesti memiliki energi tinggi untuk bekerja. Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah dengan menciptakan sebuah alur olahraga yang berintensitas tinggi, punya efek dahsyat, tetapi tidak memakan waktu.

Caranya, dengan membuat urutan latihan kardio tingkat tinggi yang dipadu dengan gerakan untuk kekuatan. Latihan ini disebut circuit training. Bisa dilakukan sekitar 30 menit di gym atau dengan memanfaatkan alat-alat yang serupa di mana pun. Mulai dengan pemanasan selama 5 menit (mulai dari berjalan kaki lalu percepat hingga lari), lalu lakukan gerakan squat (salah satu kaki melebar ke depan, lalu tekuk), lalu bergelayut di tiang melintang dan tarik badan (mulai dengan menaruh kedua kaki di tanah, lalu tarik tubuh Anda). Selanjutnya, ambil 2 menit untuk berlari cepat diikuti istirahat 2 menit. Ulangi urutan tersebut 3 kali lagi.

"Saya terlalu lelah untuk berolahraga"
Tidak semua olahraga harus berkaitan dengan kelelahan fisik yang amat sangat seperti olahraga kardio. Olahraga ringan, seperti yoga, khususnya Vinyasa (biasa pula dikenal flow), bisa merevitalisasi tubuh dan membantu membuat seseorang semangat berolahraga. Setelah beberapa menit, jantung pun akan mulai bekerja lebih keras, otak jadi lebih jernih, dan energi meningkat. Tetapi jangan tertipu oleh kelemahlembutan gerakannya. Olahraga ini butuh daya otot yang luar biasa. Tubuh Anda akan melakukan gerakan pertahanan yang cukup tinggi.

"Olahraga bikin bosan"

Mungkin Anda bukan tipe orang yang senang melakukan gerakan yang sama berulang-ulang, apalagi berdiam di tempat yang sama tanpa kejelasan. Atau melatih otot tanpa mendulang pengetahuan lain buat Anda adalah hal yang percuma. Tetapi ada bentuk latihan tubuh lain yang bisa Anda lakukan, yakni berdansa atau mengikuti kelas bela diri. Gerakan-gerakan tari yang mengikut ritme lagu akan membangkitkan semangat. Olahraga dansa ini melatih beragam otot pada tubuh, lho.

"Saya bukan tipe orang yang punya disiplin"
Tubuh masih dalam kondisi cukup sehat, tak ada orang yang menyemangati, sehingga Anda malas untuk berolahraga, bisa jadi alasan berat. Supaya bisa meningkatkan semangat lagi, coba cari ajang-ajang olahraga bersama untuk kebaikan atau amal supaya bisa jadi motivasi diri. Cara lainnya, janjian dengan teman lain, dengan begitu Anda jadi lebih termotivasi untuk tidak mengecewakan orang lain.
read_more

10 Profesi Berbahaya untuk Paru


Bahan-bahan berbahaya di tempat kerja yang terhirup dalam waktu lama secara teratur, atau dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan penyakit paru. Besar kecilnya dampak yang timbul tergantung pada jumlah dan lamanya paparan.
Di Amerika, setiap tahunnya lebih dari 16.000 orang meninggal karena penyakit paru akibat tempat kerja. Kabar baiknya, penyakit pada saluran pernapasan ini bisa dicegah dengan menggunakan pelindung, seperti masker serta menghindari polutan lain seperti asap rokok dan polusi udara.
Berikut adalah 10 bidang pekerjaan yang rawan gangguan pernapasan.
1. Konstruksi
Para pekerja yang menghirup debu di lokasi konstruksi atau renovasi bangunan beresiko menderita kanker paru, mesothelioma dan asbestosis, penyakit yang menyebabkan parut pada paru dan sempitnya saluran udara. Penyakit tersebut biasanya baru berkembang 20-40 tahun setelah terpapar serat asbes dan serat itu menumpuk di paru. Yang terpapar bisa termasuk teknisi listrik, pengecat dan juga orang lain yang berdekatan dengan pekerja yang menangani asbes.
2. Produksi
Pekerja pabrik setiap hari terpapar polutan seperti debu, bahan kimia dan gas yang membuat mereka beresiko menderita penyakit paru obstruktif kronis. Penyakit ini memiliki gejala utama napas pendek-pendek dan sesak. Di pabrik pengolahan makanan, diacetyl, sejenis zat perasa, juga bisa mengganggu paru.
3. Tenaga kesehatan
Penelitian menunjukkan 8-12 persen tenaga kesehatan sensitif pada bubuk residu yang ditemukan pada sarung tangan lateks, yang bisa memicu reaksi asma. "Meski kita tidak memakainya, namun berada dalam satu ruangan, bahan lateks itu bisa terhirup dan menyebabkan alergi," kata Dr.Harber Philip, MD, professor and chief of the UCLA Occupational and Environmental Medicine Division
4. Pabrik tekstil
Mereka yang bekerja di bidang tekstil, pengolahan produksi kapas dan serat lain, beresiko tinggi menderita bisinosis. Gejala utama penyakit ini adalah rasa sesak di dada dan gejala mirip asma. Bisinosis diakibatkan karena menghirup serbuk dari tumpukan bahan mentah yang berasal dari tumbuhan seperti serbuk bahan linen, benang atau tali rami.
5. Bartender
Menyajikan minuman di dalam ruangan yang penuh oleh asap rokok menyebabkan bartender beresiko tinggi terkena kanker paru, terutama jika ia sudah bertahun-tahun menjadi perokok pasif.
6. Pembuat roti
Penelitian di Amerika menunjukkan para pembuat roti merupakan kelompok yang beresiko tinggi menderita asma. Selain tepung, debu padi-padian, polen, dan zat pewarna sintetik juga bisa mencetuskan asma. "Pembuat roti yang terpapar partikel terigu sangat beresiko menderita asma," kata dr.Herber.
7. Industri otomotif
Risiko alergi dan asma juga dialami para pekerja di bidang otomotif, terutama di bidang perbaikan badan mobil (auto-body repair). Menghirup partikel industri serta bahan-bahan cat dalam periode lama juga bisa membuat partikel menetap permanen dalam paru.
8. Transportasi
Sopir truk angkutan dan juga sopir kendaraan umum beresiko tinggi menderita penyakit pernapasan. Studi tahun 2004 di Amerika menunjukkan tingginya angka kematian para sopir truk. Polusi udara yang ditimbulkan mobil atau asap pabrik juga bisa meningkatkan kadar ozon dan sulfur dioksida dalam udara. Terpapar polutan ini bisa menimbulkan sesak napas dan mengi pada penderita asma.
9. Pekerja tambang
Orang-orang yang bergelut di bidang tambang beresiko tinggi menderita paru hitam (pneumokoniosis pekerja batu bara) akibat menghirup debu batu bara selama periode sedikitnya di atas 10 tahun. Terpapar silika bebas juga bisa dialami orang yang bekerja di pemecahan batu, pemotongan granit, peledakan gunung pasir dan gunung batu, serta pembuatan jalan.  Pada tahap awal, paru hitam dan silikosis tidak menimbulkan gangguan pernapasan namun bisa berkembang menjadi jaringan paru berparut yang luas.
10. Pemadam kebakaran
Para pemadam kebakaran sering menghirup asap yang mengandung bahan-bahan kimia yang berasal dari perabotan rumah. Berbagai bahan plastik, poliuretan, dan bahan sintetik lain yang sering dipakai dalam perabotan akan mengeluarkan racun bila dibakar. Bahan-bahan ini sangat berbahaya bagi paru dan bisa menimbulkan penyakit akut yang berat. International Association of Firefighter merekomendasikan petugas pemadam kebakaran untuk menggunakan alat pelindung pernapasan pada sekecil apa pun jenis kebakarannya.
Sumber : Health
read_more

Monday, January 24, 2011

Vaksin TBC Semakin Dekat


Angka kasus tuberkulosis (TB) di dunia terus meningkat. Diperkirakan saat ini ada 9 juta kasus TBC baru dan terus meningkat setiap tahunnya. Karena itu para ilmuwan terus bekerja untuk mendapatkan vaksin yang lebih baik dari vaksin saat ini yang kerjanya terbatas.
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Menurut situs Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tidak semua orang  yang terpapar kuman TB menjadi sakit. Jika daya tahan tubuhnya kuat, kuman menjadi tidak aktif. Saat daya tahan menurun kuman baru berkembang biak dan menyebabkan penyakit TB.
Hanya 5-10 persen orang yang terinfeksi kuman TB, kecuali mereka yang terinfeksi HIV, menjadi sakit. Keberadaan kuman TB di tubuh yang tidak menimbulkan sakit disebut TB laten. Adapun orang yang menderita TB serta bisa menularkan ke orang lain disebut TB aktif. Orang dengan TB aktif harus segera ditemukan dan diobati agar tidak menyebarkan kuman ke anggota  masyarakat lain.
Vaksin TBC yang ada sekarang, seperti vaksin BCG bekerja terbatas. Vaksin ini hanya bekerja jika diberikan sebelum seseorang terpapar kuman TB. Vaksin ini juga tidak melindungi dari infeksi namun mencegah gejala akut dan kematian akibat perburukan penyakit.
Baru-baru ini para ilmuwan dari Statens Serum Institute di Kopenhagen, mengumumkan pengembangan vaksin TBC yang dikombinasikan dari protein yang memicu respon imun pada bentuk kuman TB yang aktif maupun yang laten. Penelitian yang dilakukan pada tikus di laboratorium menunjukkan efek perlindungan.
"Jika berhasil, vaksin ini bisa diberikan pada anak-anak atau remaja, bahkan setelah mereka terpapar dan tetap memberi efek perlindungan di usia dewasa," kata Profesor Peter Lawaetz Andersen, ketua peneliti.
Ia menambahkan, meski penyakit TBC bisa diobati dengan antibiotik namun obat-obatan itu seringkali sulit didapatkan di negara miskin sehingga vaksin TBC menjadi hal yang penting.
Sumber : BBC
 
read_more

Friday, January 21, 2011

Perubahan Iklim Picu Penyebaran Penyakit


Kanker kulit dan penyakit pernapasan diduga sebagai dua penyakit pertama yang disebabkan perubahan iklim bumi, yang antara lain diakibatkan oleh pemanasan global.
"Penipisan lapisan ozon di stratosfer telah meningkatkan risiko serangan kanker kulit dan peningkatan temperatur akibat perubahan iklim dapat meningkatkan konsentrasi ozon permukaan, yang merupakan salah satu pencemar udara utama dan dapat menyebabkan penyakit pernapasan," ungkap Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama di Jakarta, Kamis (20/1/2011).
Ia menjelaskan, perubahan iklim juga akan memicu semakin berkurangnya keanekaragaman hayati sehingga dapat menyebabkan langkanya bahan baku obat dari tumbuhan.
Selain itu, degradasi lahan dan perubahan fungsi ekosistem dapat menyebabkan perubahan penyebaran vektor penyakit dan penurunan sumber daya air. Hal itu bisa berujung pada keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang sehat.
Saat ini di Indonesia, seperti juga di banyak negara di dunia, mulai terlihat tanda-tanda seperti peningkatan curah hujan yang cukup signifikan pada musim basah dan penurunan curah hujan pada bulan-bulan kering.
Tjandra memaparkan, perubahan iklim memengaruhi kesehatan melalui jalur kontaminasi mikroba dan transmisi dinamis. Dampak kesehatan dari proses tersebut, di antaranya, efek peningkatan temperatur terhadap kesakitan dan kematian, bencana akibat cuaca ekstrem, peningkatan pencemaran udara, penyakit bawaan air dan makanan, serta penyakit bawaan vektor dan hewan pengerat.
"Peningkatan penyebaran agen penyakit bawaan air akan meningkatkan wabah penyakit menular, seperti leptospirosis, diare, dan kolera. Penyakit diare memiliki risiko tinggi di sebagian wilayah Indonesia," kata Tjandra.
Peningkatan temperatur udara sebesar 2-3 derajat celsius akan meningkatkan jumlah penderita penyakit tular vektor sebesar 3-5 persen. Sebab, peningkatan temperatur akan memperluas distribusi vektor serta meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan parasit menjadi infektif.
Kementerian Kesehatan disebut Tjandra akan melakukan kajian dampak perubahan iklim terhadap kesehatan dalam program 2010-2014, terutama untuk perkembangan penyakit bawaan air, penyakit bawaan vektor, penyakit bawaan udara, bencana dan kecelakaan, serta penyakit tidak menular skala nasional.
Untuk kebijakan, direncanakan pembuatan perundang-undangan yang mendukung terciptanya lingkungan yang preventif terhadap penyakit. Selain itu, akan disusun peraturan perundangan yang mendukung usaha adaptasi perubahan iklim sektor kesehatan.
"Kami juga akan melakukan penguatan kebijakan pembangunan berwawasan kesehatan masyarakat dengan tujuan aksi adaptasi dan pencegahan penyakit. Selain itu, kami melakukan sosialisasi strategi adaptasi perubahan iklim bagi legislatif dan jajaran pemerintah pusat agar terbentuk komitmen serta rencana aksi implementasi kegiatan," katanya.
Sumber : ANT
read_more

Thursday, January 20, 2011

Amankah Bayi Baru Lahir Tidur Tengkurap?


Aktivitas bayi yang baru lahir memang lebih banyak diisi dengan tidur karena tidur sangat penting untuk tumbuh kembangnya. Kebanyakan bayi akan tertidur lebih nyenyak dalam posisi tengkurap, namun posisi ini masih jadi perdebatan.

Pendapat yang pro menyebutkan dalam posisi tidur tengkurap bayi akan lebih nyenyak, nyaman, serta gerak pernapasannya lebih baik. Tidur dengan posisi bertumpu pada perut ini juga dianggap membuat bayi serasa dalam dekapan ibunya.

Di lain pihak para ahli mengatakan sebaiknya bayi tidur dalam posisi telentang paling tidak sampai ia berusia 4 bulan. Mengapa? Sebuah penelitian mengungkapkan bayi yang tidur dalam posisi tengkurap lebih sering mengalami SIDS (sudden infant death syndrome) atau sindroma kematian mendadak pada bayi. SIDS sendiri paling banyak dialami bayi berusia 2-4 bulan.

Mencegah terjadinya SIDS merupakan alasan utama dari para ahli agar bayi tidur dalam posisi terlentang atau miring. Sejak American Academy of Pediatrics mengampanyekan tidur telentang untuk bayi, angka SIDS memang turun hingga 50 persen.

Penelitian tahun 2003 yang dimuat dalam Archieves of Pediatrics and Adolescent Medicine juga menemukan manfaat lain dari tidur telentang, yakni menekan risiko infeksi telinga, demam dan gangguan pada hidung.

Sumber: Kompas Health
read_more

Tuesday, January 18, 2011

Manfaat dan Cara Efektif Tidur Siang

Manfaat dan Cara Efektif Tidur Siang

Bila Anda kerap tertidur pada siang atau menjelang sore hari, baik sedang di kantor ataupun rumah, jangan merasa bersalah. Tahukah Anda, bahkan para tokoh besar seperti Albert Einstein, John F Kennedy, dan Thomas Edison juga melakukan rutinitas tidur siang.

Meski membuat kita terlihat malas, sebenarnya tidur singkat di siang hari memiliki manfaat yang cukup besar. Namun, tak sedikit pula yang berusaha melawan rasa malas dengan melakukan berbagai cara seperti meminum minuman berenergi ataupun kopi agar tetap terjaga. Padahal terlalu banyak mengonsumsi gula justru akan membuat Anda lebih mengantuk beberapa waktu kemudian.

Maka itu, sebaiknya Anda tak perlu melawan kantuk, tidur saja. Bahkan, peneliti NASA mencatat berbagai manfaat dari tidur siang. Diketahui bahwa tidur siang singkat meski cuma selama 5 menit pun setara seperti tidur selama 2 jam. Kemudian tidur selama 20 menit setelah 8 jam Anda terbangun di pagi hari mampu meningkatkan stamina jaug lebih besar ketimbang menambah jam tiidur di pagi harinya.

Lalu, bagaimana cara agar kita bisa tidur siang dengan efektif sehingga tak kebablasan dan bangun dengan stamina baru? Cobalah beberapa trik berikut ini:

1. Pasang alarm sehingga Anda tetap tepat waktu untuk kembali bekerja

2. Kegelapan sangat membentu untuk tidur nyenyak. Sebisa mungkin cari tempat dengan cahaya minim atau matikan dulu monitor komputer Anda.

3. Keheningan juga sangat membantu. Setidaknya, matikan dulu ponsel Anda dan tutup pintu agar suara dari luar ruangan tak mengganggu.

written by prita daneswari
read_more

Tidur dengan Lampu Menyala Tingkatkan Risiko Diabetes

img

Mematikan lampu saat tidur malam tidak hanya menghemat tagihan listrik, tetapi juga baik untuk kesehatan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa tidur dalam kondisi kamar terang benderang dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Joshua Gooley, ahli kesehatan dari Harvard Medical School di Boston. Dalam eksperimen yang dilakukan  5 hari berturut-turut tersebut, Gooley melibatkan 116 partisipan berusia antara 18-30 tahun.

Para partisipan dibagi menjadi 2 kelompok, salah satunya dikondisikan untuk berada di ruangan yang terang benderang selama 8 jam sebelum tidur. Kelompok yang lain ditempatkan di ruangan yang lebih redup dengan durasi yang sama yakni 8 jam.

Hasil pemeriksaan sampel darah yang diambil tiap 30 menit menunjukkan produksi hormon melatonin turun 50 persen pada partisipan yang berada di ruangan terang. Hormon ini mengatur jam biologis yang berhubungan dengan siklus antara tertidur dan terbangun.

Selain memicu rasa kantuk, melatonin juga berhubungan dengan beberapa jenis penyakit serius. Reseptor melatonin yang terletak di saraf disebut-sebut bisa meningkatkan risiko kanker dan diabetes tipe 2 jika aktivitasnya berkurang.

"Hasil penelitian ini memberikan dampak besar bagi pekerja malam yang terpapar cahaya sepanjang malam lalu tidur siang saat matahari bersinar terang," ungkap Gooley seperti dikutip dari Healthday, Senin (17/1/2011).

Meski demikian, Gooley belum bisa menjelaskan dengan pasti hubungan antara aktivitas reseptor melatonin dengan peningkatan risiko kanker dan diabetes. Mekanisme yang menyebabkan keduanya saling berhubungan baru akan diungkap dalam penelitian Gooley selanjutnya.

detikHealth
read_more

Monday, January 17, 2011

Rekayasa Genetika: Ayam Antiflu Burung Dikembangkan

 
Anak ayam

Ilmuwan dari Universitas Cambridge dan Edinburg berhasil "menciptakan" ayam jenis baru. Ayam tersebut bisa terinfeksi flu burung, tetapi tidak bisa menyebarkannya ke ayam lain ataupun manusia.
Lawrence Tiley, ilmuwan dari Departemen Kedokteran Hewan Universitas Cambridge, yang terlibat dalam eksperimen itu mengatakan, ayam tersebut dibuat lewat proses modifikasi genetik.
Dalam proses itu, gen baru yang bisa memproduksi senyawa imitasi dari senyawa yang diproduksi virus flu burung disisipkan. Senyawa tersebut bisa menghambat proses replikasi sehingga mencegah penyebaran.
Eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan membuktikan, ayam yang telah dimodifikasi gennya terbukti mencegah penyebaran virus. Mereka tak mampu menyebarkan virus ke burung lain, baik yang dimodifikasi gennya maupun tidak.
Meski demikian, Tiley mengatakan bahwa eksperimen ini masih dalam tahap awal. Selain itu, ia juga memperingatkan bahwa seluruh ayam yang dimodifikasi gennya tidak dibuat untuk dikonsumsi.
"Pengembangan ini adalah langkah awal untuk mengembangkan ayam yang benar-benar resisten terhadap virus flu burung. Ayam ini juga dibuat hanya untuk tujuan riset, bukan konsumsi," kata Tiley, Kamis (13/1/2011).
Kasus flu burung mulai dijumpai pada tahun 1997 di Hongkong. Sementara, pada tahun 2003, kasus tersebar luas ke Asia, Timur Tengah, dan beberapa wilayah Eropa, mengakibatkan kematian pada burung dan manusia.
Tiley mengungkapkan, "Ayam adalah inang potensial tempat virus strain baru berkembang dan menginfeksi burung dan manusia. Mencegah penyebaran virus pada ayam bisa mengurangi dampak ekonomi dan risiko orang terinfeksi dari burung."
 
AFP
read_more

Friday, January 14, 2011

Usia Ideal Wanita Untuk Punya Anak

 
Tubuh perempuan mengalami perubahan sepanjang hidupnya, karena itu umur merupakan faktor penting dalam menentukan waktu ideal untuk hamil. Kondisi fisik juga menjadi faktor penentu. Seorang wanita muda mungkin lebih kuat, sehingga mampu mendampingi si anak.
Dr.Caroline Tirtajasa, Sp.OG, mengatakan secara fisik, usia yang ideal untuk hamil adalah 18 sampai 20 tahun. Di usia tersebut tubuh perempuan umumnya masih sehat dan subur, sehingga lebih sedikit kemungkinannya dalam mengalami komplikasi.
"Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa kesuburan seorang perempuan mulai menurun setelah berusia 30 tahun dan akan menurun dengan cepat setelah 35 tahun. Karenanya pada usia tersebut dianggap ideal untuk memiliki anak," ujar dokter dari RS Omni Internasional Pulomas Jakarta ini.
Namun, ada faktor lain yang harus dipertimbangkan oleh perempuan. Anak merupakan investasi masa depan dan seharusnya perempuan yang ingin memiliki anak harus sudah siap secara finansial dan emosi. Harus dipertimbangkan pula apakah dapat memberikan anak kasih sayang sepenuhnya, kesehatan dan pendidikan yang baik, serta apakah nantinya anak memengaruhi karir serta ambisi sang ibu.
"Usia dini atau remaja juga lebih berisiko mengalami komplikasi kehamilan. Angka kematian bayi lebih tinggi terjadi pada remaja yang hamil. Remaja yang sudah menjadi ibu biasanya belum siap secara finansial dan emosi untuk memiliki anak," ujarnya.
Umur di atas 35 tahun secara fisik bukan usia ideal untuk memiliki anak. Pada usia tersebut produksi hormon progesteron sedikit. Padahal, hormon tersebut penting untuk membantu penanaman sel telur dalam lapisan rahim. Perempuan yang berusia 35 tahun ke atas kemungkinannya kecil untuk bisa hamil secara alami dan lebih beresiko keguguran.
"Hal terpenting yang harus dipikirkan dalam menentukan waktu untuk memiliki anak adalah kesiapan secara fisik, emosi, dan keuangan. Bisa saja hal itu terpenuhi di luar apa yang dianggap ideal," ungkapnya.

Kompas Health


read_more

FOLLOWERS