der@zino Blog

Pages

Friday, January 14, 2011

Beda Bank di RI dengan Negara Tetangga


Bank Indonesia (BI) mencatat perbandingan beberapa pengaturan modal perbankan di ASEAN. Berikut adalah data modal perbankan di negara-negara ASEAN:
Indonesia
a. Bank umum, untuk bank baru sebesar 332,8 juta dollar AS
b. Bank perkreditan rakyat (BPR) sebesar 554,7 ribu dollar AS
Malaysia
a. Domestic banking groups sebesar 634,2 juta dollar AS
b. Locally incorporated foreign bank sebesar 95 juta dollar AS
Thailand
a. Universal banking (commercial bank) sebesar 165,4 juta dollar AS
b. Foreign owned financial institution sebesar 132,3 juta dollar AS (subsidiaries) dan 99,2 juta dollar AS (full branches)
c. Restricted license bank (retail bank) sebesar 8,3 juta dollar AS
Filipina
a. Universal bank sebesar 56,6 juta dollar AS
b. Bank umum sebesar 28,3 juta dollar AS
c. Thrift bank sebesar 3,39 juta dollar AS (KP di Metro Manila) dan 905,8 ribu dollar AS (KP di luar Metro Manila).
Singapura
a. Full bank sebesar 1,14 miliar dollar AS
b. Wholesales bank sebesar 151,8 juta dollar AS
c. Off-shore bank sebesar 7,59 juta dollar AS (net head office minimal), termasuk 3,79 juta dollar AS dalam bentuk aset yang disetujui MAS (Monetary Authority of Singapore). (Kontan/Nina Dwiantika)

read_more

Ada Bambu Bersuara Mirip Harimau


Ternyata, ada bambu yang bisa bersuara lho. Bukan bambu yang sudah berbentuk seruling, melainkan yang masih berupa tanaman. Yang lebih mengejutkan, suara bambu ini mirip suara harimau.
Jatmika, Pimpinan Yayasan Bambu Indonesia, mengungkapkan, "Bambu tersebut disebut haur gereng. Disebut seperti itu karena kalau tertiup angin bisa bersuara seperti harimau, nggereng.
"Bambu tersebut berdiameter 12-13 cm. Selain itu, bambu ini juga berduri," kata Jatmika saat penandatanganan nota kesepahaman antara Kehati dan Alstom di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (13/1/2011).
Mengenai jenis bambu yang kini hanya bisa ditemukan di wilayah hutan Ujung Kulon itu, Jatmika mengatakan, "Dahulu jenis bambu ini banyak digunakan sebagai pelindung kerajaan, seperti benteng. Bambu ini juga sangat kuat sehingga bisa ditaman di tebing untuk mencegah longsor."
Jatmika menuturkan, seorang ahli pengobatan dari China berpendapat bahwa serbuk dalam bambu ini memiliki khasiat obat. Konon, orang Sunda zaman dahulu percaya bahwa pada akhir zaman ada penyakit yang hanya bisa diobati dengan bambu ini.
Terlepas dari benar tidaknya pendapat tersebut, Jatmika menuturkan bahwa bambu ini merupakan jenis yang terancam punah. Karena itu, upaya pelestarian perlu dilakukan pada jenis bambu ini.

Kompas
read_more

Thursday, January 13, 2011

Peneliti Berhasil Ciptakan Pelangi

Peneliti berhasil ciptakan alat pembuat pelangi (Christopher Herwig/ Lonely Planet)
 
Secara teori, resep pembuatan pelangi sangat mudah. Cukup dengan langit cerah, sedikit sinar matahari dan air, pelangi bisa dibuat. Namun, ternyata menciptakan pelangi yang dapat dimunculkan secara berulang-ulang tidak gampang.

Setelah melakukan uji coba selama 8 tahun, Michael Jones McKean, seniman dan seorang profesor asal Virginia Commonwealth University berhasil menyempurnakan teknik penciptaan pelangi yang ia sebut “Rainbow Project” yang bisa dibuat di rumah.

Seperti dikutip dari Discovery, 12 Januari 2011, menggunakan pompa listrik, selang, dan penyemprot yang berasal dari peralatan irigasi, McKean menyemburkan air untuk menghadirkan hujan dan menghasilkan pelangi sesuai pesanan. Syaratnya cuaca harus cerah.

Di setiap ujung pelangi, McKean menempatkan tanki penyimpanan yang bertugas untuk mengumpulkan ‘air hujan’ tersebut yang dapat digunakan untuk menciptakan pelangi di lain waktu.

Pelangi ciptaan McKean tersebut bisa hadir selama sekitar 15 menit dalam satu waktu. Adapun panjang dan tinggi lengkungan pelangi bisa dibuat hingga mencapai sekitar 60 meter. Tergantung kondisi cuaca, pelangi ala manusia itu bisa dilihat dari jarak sekitar 300 meter.

“Pelangi merupakan fenomena yang sangat kita kenal namun jarang muncul,” kata McKean. “Dengan dimungkinkannya pembuatan pelangi, diharapkan pelangi ini bisa membangkitkan imajinasi pengunjung yang melihatnya dan menjadikan momen itu hadir setiap hari,” ucapnya.

• VIVAnews
read_more

Suara dari Laboratorium 'Partikel Tuhan'

Data visual Large Hardon Collider (LHC)  
 
Para ilmuwan yang bekerja di laboratorium pemecah partikel (particle smasher) terbesar di dunia, Large Hardon Collider (LHC) untuk kali pertamanya mengubah data yang dihasilkan menjadi suara.

Lebih dari 40 juta potongan data diproses oleh LHC setiap detiknya. Tujuannya satu, mencari eksistensi partikel terkecil pembentuk jagad raya yang disebut Higgs Boson atau disebut juga dengan istilah 'partikel Tuhan'.

Hingga kini, laboratorium LHC yang berada di kedalaman 17 mil di bawah tanah, di perbatasan Pracis dan Swis, telah menghasilkan output data berupa gambar berwarna.

Ide mengubah data-data itu menjadi suara datang dari fisikawan European Laboratory for Particle Physics (CERN), Dr Lily Asquith.

Menggunakan perangkat lunak (software), ia mengubah data-data tersebut menjadi suara. Ternyata, masing-masing partikel memiliki 'kepribadian', suara yang unik.

"Terkadang kita mencoba mempersonifikasikan apapun. Dan saya kira, suara elektron, kedengaran seperti glockenspiel, alat perkusi dari Jerman," kata dia, seperti dimuat Daily Mail.

Dr Asquith memasukkan sample berupa tiga kolum nomor dalam data LHC ke software.

Saat balok partikel ditembakkan ke collider, dikumpulkan tiga poin data yang kemudian dipetakan dalam parameter suara.

Seperti apa suara yang dihasilkan? Mungkin tidak bisa dideskripsikan sebagai musik. Tapi suara ini pasti akan menarik perhatian para fans avante garde -- orang-orang yang menghasilkan karya inovatif.
Asquist mengakui suara yang dihasilkan tak memberi banyak informasi pada para ilmuwan. Namun ia berharap, suatu saat akan ada titik terang untuk para ilmuwan. .

Data baru mengenai asal usul alam semesta ini mengalir dengan sangat cepat dari LHC sehingga fisikawan berharap dapat memperpanjang fase proyek 'Big Bang' sampai akhir 2012 -- untuk menguak misteri pembentukan alam semesta 13,7 miliar tahun lalu.
Proyek Big Bang mini diciptakan dalam detektor 10.000 ton dalam terowongan yang disebut Alice (A Large Heavy Ion Experiment).
Large Hadron Collider

• VIVAnews
read_more

Wisata ke "GREEN CANYON" di Jawa Barat

Memiliki potensi ragam panorama alam yang begitu indah, objek wisata alam Green Canyon terletak di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dengan menempuh melalui jalan darat dari Jakarta lebih kurang 7 – 8 jam perjalanan atau 45 menit dari objek wisata bahari Pantai Pangandaran.

Objek wisata ini mempunyai nama sebenarnya adalah Cukang Taneuh (Jembatan Tanah), sebuah tempat yang memiliki potensi ragam panorama alam dengan beraneka ragam pesona dan daya tarik wisata yang mampu menarik para wisatawan untuk berkunjung ketempat ini.


Jika ingin mencapai lokasi tujuan, kita diwajibkan untuk menyewa sebuah perahu dengan tarif Rp. 75.000/perahu dengan kapasitas 5 penumpang. Terasa lebih murah jika kita berkunjung dengan keluarga. Beruntung jika kita bisa langsung naik keperahu, biasanya pada hari libur tempat ini begitu ramai dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun asing. Oleh karena itu, kita harus antri menunggu panggilan nomor yang terdapat di balik karcis sewa perahu tersebut. Setelah nomor karcis dipanggil barulah kita turun ke dermaga untuk segera naik keatas perahu. Diatas perahu yang sudah menggunakan mesin ini terdapat sebuah pelampung, dimana jumlah pelampung tersebut sesuai dengan isinya.



Maka, dimulailah perjalanan yang pastinya sangat menyenangkan. Selama dalam perjalanan kita disuguhi pemandangan sungai dengan kiri dan kanan pepohonan yang rimbun. Selain itu, suasana di sekitar sungai pun begitu sunyi. Suara angin yang meniup pepohonan dan sesekali terdengar kicauan burung melengkapi perjalanan yang cukup menantang ini. Mungkin kita tahu hewan yang satu ini, Biawak. Disungai Cijulang inilah binatang reptil tersebut berkembang biak. Jadi tidak aneh jika kita sering melihat binatang tersebut berada di pinggiran sungai dalam perjalanan. Hewan – hewan lain seperti; Ular Kadut, Monyet dan Buaya pun terdapat disini.



Setelah menghabiskan waktu perjalanan selama 20 menit, kita disuguhi oleh 2 bukit yang kokoh. Tikungan demi tikungan telah terlewati, tibalah kita disebuah gua Green Canyon yang memiliki stalaktit dan stalakmit unik. Sungguh pemandangan yang luar biasa, sang nahkoda pun mecoba untuk memarkirkan perahunya untuk kita bisa turun dengan mudah. Sungai yang berwarna Hijau Toska diapit dengan dua tebing yang menjulang tinggi serta semilirnya angin yang sejuk. Serasa tempat itu memberikan salam selamat datang di Green Canyon kepada para pengunjung. Memang tempat yang eksotis, air yang ada di dalam sini lumayan deras, berbeda saat kita kita memulai perjalanan ke dalam gua. Pelampung yang terikat erat serta plastik yang membungkus camera, petualangan pun dimulai. Tim E-I pun berenang di sungai yang mempunyai kedalaman hingga 2 meter dengan melawan arus air. Awal yang cukup mendebarkan juga menyenangkan. Tebing yang berwarna hijau terlihat sangat begitu kokoh serta batu – batu besar, melengkapi kharisma keindahan saat berada kami berada di bagian dalamnya. Sungguh panorama yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.


Sejarah terciptanya nama ”Green Canyon”

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa Objek Wisata Alam ini mempunyai nama sesungguhnya adalah Cukang Taneuh yang artinya Jembatan Tanah. Karena di hulu aliran Sungai Cijulang, terdapat sebuah jembatan tanah mempunyai lebar 3 meter dengan panjang 40 meter. Jembatan tersebut menghubungkan dua tebing di atas aliran air sungai yang membentuk sebuah terowongan.



Sedangkan nama Green Canyon berasal dari Turis Asing yang sedang berwisata ditempat ini beberapa tahun silam. Wisman ini menyusuri sungai cijulang dan menamakan objek wisata tersebut menjadi Green Canyon. Berarti kalau di Amerika ada Grand Canyon sedangkan di Indonesia ada Grand Canyon. Hingga saat ini, walaupun masih tetap ada nama Cukang Taneuh yang tertulis papan dekat pintu gerbang masuknya. Namun kebanyakan orang lebih sering menyebutnya Green Canyon. Jadi, apa nama Cukang Taneuh sulit disebut, kurang menjual atau dengan nama Green Canyon lebih mempunyai magnet tersendiri untuk menarik para wisatawan untuk berkunjung..? Tetapi apapun sebutannya, kita sebagai warga Negara Indonesia wajib bersyukur dan juga bangga akan keunikan-keunikan objek wisata baik itu alam, budaya, bahari dan lain sebagainya yang tidak kalah menariknya dari objek-objek wisata yang ada di dunia.


Pada akhirnya, mari kita bersama-sama untuk terus melestarikan serta menjaga agar seluruh objek wisata yang ada di Indonesia tidak berubah dan masih seperti aslinya.

read_more

KERAK TELOR Kuliner Khas JAKARTA



Kerak Telor adalah makanan asli Betawi yang sudah ada sejak zaman dahulu dan merupakan makanan khas Jakarta yang sudah mulai langka dijumpai. Keberadaannya mulai tergilas seiring pesatnya serbuan fast food di kalangan masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan kerak telor semakin terpojok dan kehadirannya pun pudar ditelan jaman.


Pada masa kolonial Belanda dahulu, kerak telor sempat menjadi makanan elit khas Betawai yang terkenal kelezatan rasanya. Makanan ini dihidangkan saat pesta dan hajatan besar para pembesar pada masa itu. Namun semakin bergulirnya waktu, kehadiran kuliner-kuliner barat menggeser pesona kerak telor ini.


Semakin tergusurnya makanan khas betawi ini, terkadang membuat rasa kangen untuk kembali mengenang pada masa betawi tempo dulu. Kerak Telor adalah makanan khas Betawi, dengan bahan olahan seperti beras ketan putih, telur ayam/bebek, ebi (udang kering yang diasinkan) yang disangrai kering ditambah bawang merah goreng, lalu diberi bumbu yang dihaluskan berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica, garam, dan gula butiran/pasir. Cara masaknya juga cukup unik. Ketika kerak telor telah setengah matang maka wajan pemasaknya dibalikkan dan kerak telor dibiarkan langsung terkena panas arang dari anglo sehingga kemudian menjadi sedikit gosong. Mungkin ini yang dinamakan keraknya.


Harganya pun sangat terjangkau yaitu sekitar Rp.5000 hingga Rp.7500. Harga ini bisa lebih mahal lagi ketika kini kerak telor bisa kita jumpai di mal-mal besar. Rasanya tidak kalah lezat dengan makanan modern seperti D’creeps, Omlete ataupun Burger. Untuk mendapatkan makanan favorit Si Pitung ini agak sulit. Kehadirannya mulai terbatas hanya ketika ulang tahun Jakarta saat Pekan Raya Jakarta digelar. Tapi ketika hari biasa agak jarang ditemui pedagang kerak telor ini, hanya dibeberapa tempat saja. Di Kampung Babakan Setu yang mayoritas penduduknya adalah asli Betawi dan termasuk dalam komunitas lingkungan yang dilestarikan kebudayaannya oleh Pemerintah Jakarta kerak telor sedikit mudah didapatkan. Hari Sabtu dan Minggu adalah hari yang paling ramai untuk berjualan, karena pengunjung biasanya juga datang pada hari libur tersebut. Bagi pedagang kerak telor, hari libur saat yang paling ditunggu karena pada hari itu omset mereka cukup lumayan. Apabila hari biasa, umumnya pedagang kerak telor hanya berjualan ditempat-tempat keramaian seperti di pelataran mall dan itu pun omzetnya tidak terlampau banyak.



Entah sampai kapan keberadaan kerak telor sebagai kuliner peninggalan sejarah Betawi ini akan bertahan, namun melestarikan kuliner lokal dan warisan leluhur sendiri akan lebih membanggakan daripada kita mengangkat dan mengembangkan kuliner barat yang mulai menyerbu negeri ini. Selamat menikmati Kerak Telor!


read_more

Wisata ke TAMAN KOTA di SURABAYA



Surabaya menghadirkan taman-taman kota yang tampil semakin cantik. Mampu menjadi tujuan alternatif bagi warga kota untuk sekedar jalan-jalan, atau bahkan berinteraksi dengan sesama warga kota yang lain.

Taman-taman kota Surabaya kian dipercantik. Kondisi ruang terbuka hijau makin bisa dirasakan manfaatnya oleh warga kota. Taman-taman itu menyuguhkan keindahan sekaligus kenyaman buat rekreasi keluarga warga kota. Nyaris tak ada taman kota yang dibiarkan terbengkalai. Bahkan, sebagian besar taman itu dilengkapi bermacam fasilitas untuk kenyamanan wisata keluarga, seperti jogging track, taman bermain anak, air mancur, dan lampu-lampu hias.

Bahkan taman kota ini tidak saja nyaman bagi yang normal secara fisik, tapi juga bagi mereka para penyandang cacat. Tidak saja orang dewasa tapi juga anak-anak. Termasuk tidak hanya di siang hari, tapi juga malam hari tetap bisa dirasakan kenyamanan dan keelokannya. Cengkerama dan rekreasi keluarga warga kota makin memiliki banyak alternatif. Bahkan, sederet taman itu bakal dilengkapi fasilitas Hot Spot Wi-Fi untuk rekreasi dunia maya.

Taman Prestasi

Berada di Taman Prestasi bagai menemukan sebuah oase di tengah kota. Taman seluas 6.000 m2 ini dihiasi sekitar 21 jenis tanaman sehingga terasa nyaman untuk melepas penat. Anak-anak pun dapat bermain sambil belajar mengenal lingkungannya. Area ini dilengkapi panggung terbuka, panggung teater, dan sarana permainan anak. Di sini, kita juga dapat menyaksikan replika penghargaan yang pernah diraih Kota Surabaya, seperti Wahana Tata Nugraha, Adipura Kencana, dan lain-lain. Obyek wisata ini juga menawarkan petualangan lain, seperti menyusuri Kalimas dengan perahu naga atau perahu dayung. Bahkan, bagi keluarga yang ingin menikmati suasana asri taman dengan menunggang kuda, telah tersedia kuda-kuda anak-anak. kekar yang siap mengantar.

Taman Bungkul


Revitalisasi Taman Bungkul dengan konsep Sport, Education, dan Entertainment telah diresmikan sejak 21 Maret 2007. Area seluas 900 m2 yang dibangun dana sekitar Rp 1,2 milyar itu pun dilengkapi berbagai fasilitas, seperti skateboard & sepeda BMX track, jogging track, plaza (sebuah open stage yang bisa digunakan untuk live performance berbagai jenis entertainment), akses internet nirkabel (Wi-Fi atau Hotspot), telepon umum, arena green park seperti kolam air mancur, dan area pujasera. Bahkan, taman ini juga dilengkapi dengan jalur bagi penyandang cacat agar mereka pun bisa ikut berekreasi. Taman yang berada di jalan protokol yakni di Jl. Raya Darmo itu makin bisa dirasakan manfaatnya bagi warga kota metropolitan Taman Kota Surabaya.



Taman Kalimantan

Sejak diresmikan tanggal 21 Maret 2007, Taman Bungkul dilengkapi fasilitas skateboard & BMX track, jogging track, serta akses internet nirkabel
Fungsi taman kota Surabaya sebagai tempat olahraga, rekreasi warga kota, hang out, dan menghirup udara segar jauh dari polusi, makin banyak alternatif. Surabaya bahkan telah memiliki taman lanjut usia atau taman lansia. Area yang dimanfaatkan sebagai taman alternatif untuk para lanjut usia itu berlokasi di Jalan Kalimantan. Area seluas sekira 2.000 m2 eks SPBU Kalimantan itu, di set up menjadi taman yang cantik sekaligus segar.

Beragam tanaman dan bunga cantik menghiasi. Di sela warna-warni tanaman indah itu tersedia track yang khusus dibuat untuk kenyamanan kursi roda para lansia. Ada pula tempat duduk untuk pengantar saat menemani para lansia menikmati suasana kota di pagi atau sore hari. Kesejukan suasana di taman ini kian segar oleh keberadaan air mancur di tengah taman. Kesegaran itu tentu bisa memecah kepekatan polusi udara dari kendaran bermotor yang cukup padat melewati bilangan ini.

Taman Apsari


Taman Apsari memiliki keunikan dibanding kawasan Surabaya lainnya. Taman yang berada di depan Gedung Grahadi itu terasa sejuk dan relatif tenang, meski tempatnya di tengah kota. Area ini di dalamnya terdapat Patung Suryo dan Joko Dolog. Di area seluas 5.300 m2 itu dilengkapi lebih kurang 20 jenis bunga dan tanaman. Di sela bunga dan tanaman itu disediakan jogging track yang nyaman untuk jalan-jalan. Sebagian anak muda bahkan menggunakannya untuk bermain skateboard. Sebagian warga Surabaya yang lain memanfaatkannya sebagai tempat kongkow kongkow semalaman sampai pagi menjelang.


Taman Flora

Taman Flora seluas 2,4 hektar di eks Kebun Bibit Baratang Surabaya kian bertambah nilainya. Selain rindang oleh ratusan jenis pohon dan tanaman, taman ini juga disebut Techno Park karena dilengkapi fasilitas teknologi internet. Setelah diresmikan Agustus 2007, area ini dilengkapi sebuah ruang sekitar 5x10 m2 sebagai ruang pembelajaran IT dengan 6 line jaringan komputer yang tersambung internet. Ruangan ini juga dilengkapi software
berbagai games interaktif untuk sosialisasi tentang lingkungan dan masalah sampah. Techno Park ini sifatnya interaktif, yang dapat dimanfaatkan oleh anak-anak sekolah untuk praktek atau membentuk komunitas IT.

Taman Sulawesi


Area seluas 2.259 m2, eks SPBU Sulawesi, kini telah disulap menjadi taman yang indah. Taman Sulawesi ini pun menambah deretan taman rekreasi yang nyaman bagi keluarga di Surabaya. Warga kota kerap memanfaatkan tempat ini untuk wisata bersama keluarga dan anak-anaknya. Area ini tampak elok oleh warna-warni 50 jenis bunga dan tanaman yang menghiasi taman. Arena wisata ini juga dilengkapi jogging track, shelter, arena permainan anak, dan air mancur. Anak-anak muda sering memanfaatkan tempat ini untuk bermain skateboard dan olahraga sepatu roda. Area ini selalu tampak indah, baik pada siang maupun malam hari, karena dilengkapi lampu penerangan dan lampu hias warna-warni.Taman Yos Sudarso

Taman Yos Sudarso terdiri dari taman dan pedestrian yang kerap dijadikan jalan kaki warga kota maupun turis mancanegara. Di area taman ini terdapat monumen Panglima Sudirman yang tampak kian gagah diterangi sorot lampu di waktu malam. Para penghobi skateboard kerap menjadikan track di bawah monumen sebagai arena berlatih dan mengadu kemampuan. Bahkan di akhir pekan, sekitar tamanan dan pedestrian ini ramai dikunjungi warga Kota Surabaya untuk sekadar dudukduduk bersama sanak keluarganya.

Taman Dr. Soetomo


Jalur Dr. Soetomo-Darmo maupun Dr. Soetomo-Diponegoro merupakan jalur kota yang ramai. Namun, melewati jalur ini berada teduh karena terdapat taman yang membelah dua jalur tersebut. Apalagi di jalur ini terdapat bundaran yang dijadikan taman untuk interaksi keluarga. Tak jarang warga kota menikmati keceriaan bersama keluarga di taman seluas 103 m2 ini. Taman ini dilengkapi sekitar enam tanaman warnawarni dan jogging track untuk jalan-jalan atau untuk anak-anak bersepeda.

Taman Mayangkara
Taman Mayangkara dibangun antara lain untuk mengenang keberanian Batalyon 503 Mayangkara di bawah pimpinan Mayor Djarot Soebyantoro saat menghadapi Belanda. Di area Taman Mayangkara, di depan Rumah Sakit Islam (RSI), terdapat monumen Mayor Djarot Soebyantoro menaiki kuda putih Mayangkara. Warga Surabaya biasa menyebut Monumen Mayangkara. Berada di lokasi ini terasa makin nyaman karena seluruh area taman telah berhias warna-warni bunga dan tanaman hias. Bahkan, di sekeliling monument dilengkapi arena untuk jalan-jalan dan sarana untuk memadu keceriaan bersama keluarga.

Taman Ronggolawe


Monumen Ronggolawe di Jalan Gunungsari didirikan sebagai kenangan bahwa Surabaya memiliki sosok pemberani dan berjiwa kepahlawanan tinggi. Area monumen itu pun dibuat menjadi Taman Ronggolawe. Setelah dilakukan pembenahan, taman itu kian sering dijadikan tempat bersuka ria warga kota Surabaya bersama keluarga, karena terdapat playground area untuk anak-anak. Kenyamanan di bawah rindangnya pepohonan juga kerap dimanfaaatkan anak-anak sekolah untuk belajar dan bermain di sekitar taman. Area sisanya juga sering digunakan anak-anak muda untuk area bermain sepak bola.


read_more

Astronom Siap Saksikan Lahirnya Galaksi Baru

Desain teleskop CCAT yang sedang dikembangkan di pegunungan Andes, Chile. (space.com)
 
Sebuah fasilitas teleskop sedang disiapkan untuk memantau ruang angkasa demi menyaksikan lahirnya galaksi ataupun bintang baru.

Cerro Chajnantor Atacama Telescope (CCAT), yaitu teleskop yang dibangun oleh astronom asal Cornell University, Amerika Serikat itu akan berlokasi di pegunungan Andes, Chile pada ketinggian 5.600 meter di atas permukaan laut.

Teleskop ini nantinya bisa digunakan oleh astronom dari seluruh dunia untuk memecahkan pertanyaan paling mendasar. Yakni, dari mana galaksi berasal dan bagaimana alam semesta terbentuk pada awalnya.

“Karbon di tubuh kita, silikon di komputer, perhiasan emas yang kita berikan pada pasangan, seluruhnya merupakan barang-barang yang diproduksi saat galaksi kita lahir,” kata Riccardo Giovanelli, profesor astronomi asal Cornell, dan ketua tim pengembang CCAT, seperti dikutip dari Space, Kamis 6 Januari 2011. “Hal-hal seperti inilah yang akan dieksplorasi menggunakan CCAT”.

Giovanelli menyebutkan, untuk dapat memahami proses pembentukan bahan-bahan yang dinikmati sekarang, perlu mengetahui bagaimana alam semesta terbentuk.

Teleskop CCAT itu akan memiliki diameter 25 meter dan menggunakan kamera serta spektrometer berukuran besar. Nantinya, teleskop akan dapat mensurvei langit dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang dalam satuan milimeter ataupun sub milimeter yang mampu memberikan kombinasi sensitivitas dan resolusi yang lebih luas.

Dengan kemampuan melakukan survei berskala besar terhadap langit, proyek ini juga akan melengkapi teleskop internasional Atacama Large Millimeter Array (ALMA) yang saat ini sudah mulai dibangun di kawasan yang sama, yakni gurun pasir Atacama, Chile.

Kedua fasilitas ini nantinya akan dapat bekerja secara bersama-sama. CCAT akan bertugas untuk menemukan sumber-sumber baru, sedangkan ALMA melakukan follow up dengan menghadirkan gambar-gambar yang lebih detail.

• VIVAnews
read_more

Gambar Langit Terbesar dalam Sejarah


Hasil survei Sloan Digital Sky Survey (SDSS) (Sloan Digital Sky Survey)
Astronom telah berhasil menyatukan gambar langit paling besar yang pernah dibuat manusia. Butuh 11 tahun untuk mewujudkannya, dan kabar baiknya, gambar ini segera bisa diakses dari komputer Anda.

Gambar raksasa yang diambil The Sloan Digital Sky Survey (SDSS) pada dasarnya adalah mozaik yang menyatukan jutaan gambar teleskop, terdiri dari 1,2 triliun piksel, meliputi sepertiga langit malam dan menangkap satu setengah miliar bintang dan galaksi.

Setiap titik kuning dalam gambar mewakili sebuah galaksi, jika titik itu diperbesar, akan terlihat struktur detil galaksi dan wilayah pembentukan  bintang.

Survei langit seperti yang dilakukan Sloan adalah bagian dari tradisi yang dihormati dalam bidang astronomi.

Survei SDSS dimulai 11 tahun lalu, pada tahun 1998, menggunakan kamera digital terbesar di dunia saat itu -- 138 megapiksel detektor gambar yang dipasang di  bagian belakang sebuah teleskop 2,5 meter yang terletak di Observatorium Apache Point di New Mexico.

Data dari gambar-gambar ini telah membantu proses identifikasi obyek kosmis. Data-data itu juga digunakan oleh astronom profesional dan proyek sains sipil seperti Galaxy Zoo, Google Sky dan World Wide Telescope.

Para ilmuwan akan menganalisa gambar untuk mempelajari bagaimana kita Galaksi Bima Sakti mencuri bintang-bintang dari galaksi lain yang telah mati. Juga untuk menganalisa bagaimana alam semesta terstruktur.

"Ini adalah salah satu karunia terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan," kata astronom dari New York University, Mike Blanton,  yang memimpin program data di SDSS III, seperti dimuat MSNBC, 11 Januari 2011.

Data-data yang dihasilkan SDSS III diharapkan menjadi referensi penelitian langit dalam beberapa dekade mendatang. (umi)


• VIVAnews
read_more

Fakta Mengerikan Seputar Perjalanan Angkasa

Perjalanan astronot di luar angkasa (nasa.gov)
 
Anda bercita-cita untuk menjadi seorang astronot? Atau memimpikan ingin berjalan-jalan ke luar angkasa? Jangan melulu bayangkan hal yang indah-indah.

Seperti dikutip dari Discovery, 12 Januari 2010, ada beberapa fakta yang "menarik" seputar kepergian ke luar Bumi itu.

Bangkai Makhluk Hidup

Penelitian dan eksplorasi ruang angkasa telah mengorbankan sejumlah nyawa makhluk hidup, terutama hewan. Jika Anda mengira mengorbankan monyet dan anjing di lab-lab pengujian atas nama ilmu pengetahuan di Bumi, sudah cukup buruk, bayangkan hal ini.

Sejumlah misi luar angkasa awal melibatkan prosedur re-entri ke Bumi. Sayangnya, tidak seluruh pesawat ulang alik berhasil. Diperkirakan, kini banyak bangkai anjing dan simian, jenis monyet yang mirip dengan manusia, yang telah menjadi mumi terus mengorbit Bumi sampai saat ini.

Kebocoran Udara
Alexei Leonov merupakan kosmonot Rusia pertama yang berjalan di ruang angkasa pada tahun 1965 lalu. Sayangnya ia mengalami kebocoran udara dan bahan pakaian mengalami kaku yang tidak diantisipasi sebelumnya.

Kakunya material kostum memaksa ia berupaya kembali ke dalam kapsul dengan susah payah. Ia terpaksa harus menurunkan tekanan di dalam kostum dengan risiko bahan kostum itu menggencetnya ke dalam.

Belum selesai sampai di situ, Voskhod, pesawat yang ia tumpangi meleset dari jalur dan mendarat di pegunungan Ural. Ia terpaksa tetap tinggal di dalam kapsul ruang angkasa tersebut di dalam sampai pertolongan tiba. Di luar, serigala lapar sudah menunggu.

Toilet
Pada 5 Mei 1961, astronot Alan Shepard lebih memilih untuk kencing di celana di pesawat Freedom 7 yang ia tumpangi. Andrew Chaikin, penulis khusus luar angkasa mendeskripsikan, perjalanan ke orbit demikian mengerikan.

Ia menuliskan bahwa toilet di ruang angkasa hanyalah berbentuk pembungkus seperti topi dengan lapisan perekat di pinggirnya. Astronot perlu mengoleskan atau memberikan lapisan anti kuman setelah ia buang hajat.

Nasihat para astronot bagi yang terpaksa memenuhi panggilan alam adalah: telanjang, siapkan waktu sekitar satu jam, dan bawa tisu banyak-banyak. Lakukan secepat mungkin sebelum urin membeku.

Dekompresi Mendadak
Tiga orang astronot Soyuz 11 tewas saat pesawat itu melepaskan tekanan udara saat akan masuk kembali ke atmosfir. Tahun 1965, seorang teknisi dari Johnson Space Center, Houston, AS berhasil hidup dan menceritakan pengalaman serupa.

Saat ia berada di ruang vakum, kecelakaan terjadi dan secara tidak sengaja, kostum luar angkasa yang ia gunakan kehilangan tekanan. Sebelum ia kehilangan kesadaran, yang ia rasakan adalah sensasi lembab yang ia rasakan di lidah terasa seperti mendidih.

Tidak seluruh pakar sepakat seputar gejala dekompresi mendadak. Akan tetapi, beberapa kemungkinannya adalah daging yang membengkak, darah menguap, bola mata meletus, dan pecahnya paru-paru.

Anda masih tertarik untuk pergi ke ruang angkasa dalam waktu dekat?

• VIVAnews
read_more

FOLLOWERS