der@zino Blog

Pages

Monday, January 17, 2011

Asal Usul Ikan Arwana

Dibawah kekuasaan pengaruh agama Hindu dan Budha beberapa kerajaan terbentuk dipulau Sumatra dan Jawa pernah mencapai kejayaannya dengan wilayah meliputi Negara Malaysia dan pulau Mindanao semasa Majapahit sejak abad ke-7 hingga abad ke-14 kedatangan pedagang Arab dari Gujarat, India kemudian membawa agama Islam.
Ketika orang-orang Eropa datang di awal abat ke-16, hingga pada abad ke-17 Belanda muncul sebagai penguasa yang terkuat di bumi Zambrut Khatulistiwa ini. Hingga pada masa proses terjadinya evolusi keanekaragam flora dan fauna, yang terjadi di nusantara bumi Khatulistiwa. Sebut saja ikan purba yang dewasa ini belum punah adalah ikan arwana (Scleropages sp). Hingga ikan ini sampai seabad yang lalu nyaris tidak dikenal, hingga pada tahun 1844 dua orang
ilmuwan Jerman bernama Muller dan Schlegel yang tertarik dengan kecantikan ikan yang mereka temukan di Amerika Selatan. Penelitian mereka menemukan ternyata ikan tersebut belum dikenal. Keduanya memberi nama ikan itu Osteoglossum formosum.
Maka pada tahun 1913 dua ahli zoologi Belanda Max Weber dan LF de Beaufort mengubah namanya menjadi Scleropages formosus. Sampai penemuan jenis terakhir ini oleh ilmuwan Jepang Kanazawa pada tahun 1966, telah ditemukan banyak jenis arwana. Sekurang-kurangnya sudah diketahui ada empat genus yaitu Arapaima dengan satu spesies (Arapaima gigas), Osteoglossum dengan dua spesies yakni Osteoglossum bicirrhosum dan Osteoglossum ferreirai, kemudian genus Scleropages dengan empat spesies yaitu Scleropages formosus, Scleropages guntheri,Scleropaghes leichardti dan Scleropages jardini. Genus terakhir adalah Clupisudis dengan spesies tunggal Cluoisudis nilot. Sedangkan di Indonesia yang sangat banyak ditemukan adalah jenis Super Red Arowana (Scleropages formosus). Arwana jenis ini sangat banyak terdapat di sungai-sungai dan danau di Sintang, Kapuas Hulu. Sungai-sungai yang merupakan anak Sungai Kapuas itu menyimpan banyak jenis arwana, sebab sungai atau danaunya tidak berbatu dan arus sungainya tenang, tidak sederas Sungai Kapuas. Ikan arwana merah (Scleropages formosus) semakin sulit dijumpai di habitat aslinya di Danau Sentarum, Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat. Hingga pada dasarnya dan diketahui secara umum bahwa ikan arwana (Scleropages formosus) adalah salah satu spesies ikan air tawar dari Asia Tenggara. Ikan ini memiliki badan panjang, sirip dubur terletak jauh dibelakang badan.
Arwana Asia umumnya memiliki warna keperak-perakan. Arwana Asia juga disebut Ikan Naga karena sering dihubunghubungkan dengan naga dari Mitologi Tionghoa. Selain di Kalimantan Barat, ikan arwana juga ditemukan di Sumatera terutama di daerah Riau dan Jambi, namun jenisnya adalah Arwana Merah (Golden Red Arowana) Ini masih termasuk spesies Scleropages formosus. Warna dasar arwana Sumatera ini kuning keemasan di bagian kepala dan pada ekor
dan sirip belakangnya berwarna merah. Arwana yang banyak diincar kolektor ini tidak ”bergincu” bibirnya. Namun pamornya memang tidak sehebat Super Red Arowana.
Jenis arwana yang juga terdapat di Indonesia adalah arwana hijau (Green Arowana), yang juga banyak ditemukan di Kalimantan, antara lain di Sungai Melawai dan Sungai Mensiku. Ciri utamanya ada warna hijau pada ekor. Namun warna hijau ini sering kali tidak terlihat karena tertutup warna merah. Hanya pada yang dewasa, warna hijau itu semakin jelas terlihat. Arwana hijau ini habibatnya adalah air sungai yang warnanya tidak terlalu bersih, kecokelatan. Ada dua jenis arwana lain yang juga hidup di Indonesia, yakni di Papua, namun populasinya tidak terlalu besar. Kolektor pun lebih suka berburu jenis arwana ini di Australia yang populasinya cukup tinggi.
Di Australia populasi arwana jenis Scleropages jardini dan Scleropages leichardti tinggi. Jenis pertama terutama terdapat di Sungai Queensland dan Sungai Jardine. Cirinya, tubuhnya berbintik merah, bagian perut berwarna perak. Sedangkan jenis Scleropages leichardti banyak terdapat di Sungai Fitzroy, Sungai Mary, Sungai Dawson dan Sungai Burnett Australia.
Jenis ini di Indonesia juga ditemukan di beberapa sungai kecil di Papua. Akan tetapi karena pengamatan di Papua belum intensif, banyak orang memperkirakan populasi kedua jenis arwana ini cukup besar. Sedangkan jenis Silver Arowana dan Black Arowana banyak ditemukan Amerika Selatan, Utara dan beberapa sungai di Afrika. Di Indonesia seperti pula populasi arwana di Papua, belum terdata dengan jelas oleh pemerintah. Sementara kita tahu bahwa Arwana Asia adalah spesies asli sungai-sungai di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Ada
empat variates warna yang terdapat dilokasi :
1. Hijau, ditemukan di Indonesia, Vietnam, Birma, Thailand dan Malaysia
2. Emas dengan ekor merah, ditemukan di Indonesia
3. Emas, dfitemukan di Malaysia
4. Merah, ditemukan di Indonesia
Arwana Asia yang terdaftar dalam daftar spesies langka yang berstatus “terancam punah” khususnya ikan arwana Super Red (Scleropages formosus) oleh IUCN tahun 2004. Jumlah spesies ini yang menurun dikarenakan seringnya diperdagangkan karena nilainya yang tinggi sebagai ikan akuarium, terutama oleh masyrakat Asia, pengikut Feng Shui dapat membayar harga yang mahal untuk seekor ikan ini.
Arwana secara umumnya terbagi empat jenis utama yaitu Arwana Asia (Scleropages Formosus), Arowana Australia (Scleropages Jardini/Leichardi), Arwana Amerika Selatan (Osteoglossum Bicirrhosum/Ferreirai) dan Arwana Afrika. Setiap kumpulan tersebut mempunyai keunikan serta keistimewaan masing-masing namun Arwana Asialah yang merupakan kumpulan yang termahal dan penjualannya diperingkat dunia saat ini. Sedangkan CITES (Convention on International Trade inEndangered Species of Wild Fauna and Flora) merupakan persetujuan negara-negara yang mencanangkan peraturan dan perlindungan spesies-spesies hewan dan tumbuhan yang dikwatirkan akan punah. Sejarah CITES bermula dari Kesatuan Antarabangsa mengenai Pemeliharaan Alam.
Pada tahun 1972, tergagas untuk lebih peduli dengan alam serta flora dan fauna untuk kehidupan manusia. Maka tergagaslah “Human Environment Council” di antara bangsa-bangsa yang bersatu dan dibuat satu rumusan masalah perdagangan flora dan fauna yang hamper punah di bumi ini. Hingga Konvensi di Washinton dalam tahun berikutnya, dengan hasil 72 negara sepakat dan ditandatangani sejak 1 juli 1975. Pemerintah Malaysia dengan sistemnya dapat menuangkan bahwa dua spesies ikan yang diletakkan dibawah kawalan CITES ialah Ikan Temoleh, (Probarbus julleinii) dan Ikan Kelisa/arwana, (Scleropages formosus) dapat dibuat undang-undangnya dan dapat pengawasan yang ketat dari pemerintahnya.

sumber : mickalbar.com
read_more

Asal Usul Ikan Louhan

Ikan Lou han
Ikan Lou han jenis Galur Elvis
Ikan Lou han jenis Galur Elvis
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Perciformes
Famili: Cichlidae
Genus: Amphilophus
Spesies: A. trimaculatus


Ikan Lou Han (bahasa Inggris: Flowerhorn) saya merupakan salah satu ikan hias terkenal yang dipelihara didalam akuarium karena warna sisik mereka yang hidup serta benjolan kepala mereka yang berbentuk khas berjuluk "benjol kelam". Aslinya mereka hanya berhabitat di Malaysia dan Taiwan, namun saat ini banyak dipelihra oleh penggemar ikan di seluruh dunia. Namun, beberapa kritikus telah mempertanyakan dampak dari program-program penyempurnaan ikan ini.

Asal Mula

Progam pengembangbiakan telah dimulai sejak tahun 1993.  Orang Malaysia terutama banyak yang mengagumi ikan dengan kepala menonjol, yang dikenal sebagai Karoi atau "kapal perang", ditemukan di bagian barat negara mereka. Dahi sedikit menonjol dan ekor panjang ikan ini berharga untuk para peminat masyarakat Taiwan sebagai tanda pembawa keberuntungan dalam geomansi. Pada tahun 1994, iblis merah Cichlid (genus Amphilophus) yang diimpor dari Amerika Tengah ke Malaysia dan hasil hibrida parrot cichlid yang diimpor dari Taiwan ke Malaysia dan dibesarkan ikan ini secara bersamaan, menandai kelahiran ikan lou han tersebut.
Pada tahun 1995, perkawinan persilangan diadakan lebih lanjut dengan Human Face Red God of Fortune, yang menghasilkan jenis baru yang disebut Five-Colors God of Fortune. Karena warnanya yang indah, ikan ini menjadi cepat populer. Penyempurnaaan secara selektif terus berlanjut hingga tahun 1998, ketika Seven-Colors Blue Fiery Mouth (yang juga disebut sebagai Greenish Gold Tiger) yang diimpor dari Amerika Tengah, dan hasil perkawinan silangnya dengan Jin Gang Blood Parrot dari Taiwan. Pembelesteran ini akhirnya menghasilkan generasi pertama hibrida flowerhorn Hua Luo Han, yang kemudian diikuti dengan perkenalan flowerhorn berikutnya.

Kedatangan di Dunia Barat

Ketika flowerhorn pertama kali diimpor ke Amerika Serikat, hanya ada dua jenis ikan ini yang distribusi, flowerhorn dan Golden Base. Maka dari itu datanglah dua varietas, mereka dengan mutiara (bintik-bintik perak putih pada kulit) dan yang tidak. Golden Base juga memiliki dua varietas, mereka yang pudar dan yang tidak. Di antara segala jenis flowerhorn, yang tanpa mutiara dengan cepat disusul popularitasnya oleh mereka yang mempunyai mutiara, menjadi skala flowerhorns mutiara, atau Zhen Zhu. Dengan Golden Base, yang dikembangkan kulit menjadi keemasan yang menarik ditempatkan pada flowerhorn kulit abu-abu itu.
Pada tahun 1999, ada empat jenis flowerhorn yang tersedia di pasar Amerika: flowerhorn biasa, flowerhorn skala mutiara, flowerhorn emas, dan fader. Peternak komersial pengkembang biak, dan ikan yang dipilih untuk penampilan tanpa memperhatikan terminologi.  Akibatnya, nama menjadi sesuatu yang membingungkan dan jenis keturunan menjadi sulit dilacak.
Sekitar 2000-2001, berbagai Kamfa muncul. Ini adalah hibrida dari setiap jenis flowerhorn yang disilangkan dengan spesies dari genus Vieja atau dengan Parrot Cichlid jenis apapun. Ini membawa beberapa sifat baru, seperti mulut pendek, ekor terbungkus, mata cekung, dan gundukan yang semakin besar di bagian kepala. Melihat ini, mereka yang membesarkan di Zhen Zhus baik itu peternakan ikan untuk mengembangkan lebih cepat dan menjadi lebih berwarna, untuk bersaing dengan jenis Kamfa.

Perawatan

Flowerhorn Cichlid diharuskan untuk disimpan pada suhu air 80–85 °F, dan pH kurang dari 7.4–8.0. Mereka membutuhkan tangki minimum sekitar 20–30 galon untuk tumbuh. Jika agresif dan teritorial, dua atau lebih flowerhorn biasanya tidak disimpan secara berkelompok, tetapi isi tangki mereka dapat dibagi dengan membagi akrilik atau krat telur.

Galleri

Kritik

Kritik juga telah terdengar mengenai flowerhorn, yang sebenarnya merupakan ikan buatan manusia, ke dalam taksa ikan, yang disediakan untuk identifikasi spesies yang ditemukan di alam. Praktek ini dapat membuat identifikasi cichlid semakin sulit. Pembiakan dengan garis keturunan yang murni spesies Cichlid telah terjadi di sejumlah cichlid yang umumnya disimpan untuk tujuan hobi, risiko kerugian adalah tentang material genetik.
Pengembangbiakan Flowerhorn juga memberikan kontribusi akan permintaan komersial untuk pembuatan ikan jenis baru dan berbeda yang mungkin dapat menyebabkan praktek yang dipertanyakan serta diragukan seperti peternakan untuk kelainan bentuk anatomi (seperti yang terjadi di peternakan ikan mas).
Flowerhorn telah dikritik oleh beberapa penggemar Cichlid dan pemerhati lingkungan untuk sejumlah alasan. Minat flowerhorn mengakibatkan pemusnahan surplus dan cacat ikan, beberapa yang dibuang di alam liar di Malaysia dan Singapura, di mana mereka mudah beradaptasi dan mengganggu ekosistem sungai dan kolam. Seperti cichlids lainnya, flowerhorn bersifat agresif dan dapat berkembang biak dengan cepat, bersaing dan memangsa ikan asli.
read_more

Asal Usul Ayam Pelung

Asal Usul Ayam Pelung, Ayam Pelung merupakan ayam peliharaan asal Cianjur, sejenis ayam asli Indonesia dengan tiga sifat genetik. Pertama suara berkokok yang panjang mengalun. Kedua pertumbuhannya cepat. Ketiga postur badan yang besar. Bobot ayam pelung jantan dewasa bisa mencapai 5 - 6 kg dengan tinggi antara 40 sampai 50 cm.

Menurut cerita tahun 1850 di Desa Bunikasih Kecamatan Warungkondang Cianjur ada Kiayi dan Petani bernama H. Djarkasih atau Mama Acih menemukan anak ayam jantan di kebunnya.

Anak ayam yang trundul di bawa pulang dan dipelihara. Pertumbuhan anak ayam tersebut sangat pesat menjadi seekor Ayam Jago bertubuh besar dan tinggi serta suara kokoknya panjang mengalun dan berirama. Ayam jantan itu dinamakan Ayam Pelung dan oleh Mama Acih dikembangkan, dikawinkan dengan ayam betina biasa

Sekarang Ayam Pelung ini semakin terkenal dan cukup diminati oleh masyarakat umum, wisatawan nusantara dan mancanegara. Seorang Putra Kaisar Jepang pernah berkunjung ke Warungkondang untuk melihat peternakan Ayam Pelung tersebut. Bahkan di Cianjur setiap tahun diselenggarakan kontes Ayam Pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa-Barat dan DKI Jakarta. Ayam Pelung terbaik yang menjadi juara kontes bisa mencapai harga jutaan rupiah.

Nama ayam pelung berasal dari bahasa sunda Mawelung atau Melung yang artinya melengkung, karena dalam berkokok menghasilkan bunyi melengkung juga karena ayam pelung memiliki leher yang panjang dalam mengahiri suara / kokokannya dengan posisi melengkung.

Ayam pelung merupakan salah satu jenis ayam lokal indonesia yang mempunyai karakteristik khas, yang secara umum ciri ciri ayam pelumg dapat digambarkan sebagai berikut :

* Badan: Besar dab kokoh (jauh lebih berat / besar dibanding ayam lokal biasa)

* Cakar: Panjang dan besar, berwarna hitam, hijau, kuning atau putih

* Pial: Besar, bulat dan memerah

* Jengger: Besar, tebal dan tegak, sebagian miring dan miring, berwarna merah dan berbentuk tunggal

* Warna bulu: Tidak memiliki pola khas, tapi umumnya campuran merah dan hitam ; kuning dan putih ; dan atau campuran warna hijau mengkilat

* Suara: Berkokok berirama, lebih merdu dan lebih panjang dibanding ayam jenis lainnya.

Budidaya Ayam Pelung
Budidaya yang bertujuan untuk menghasilkan keturunan ayam pelung yang unggul dan baik terus dilakukan secara teliti dan tepat, yang mencakup antara lain : Pemilihan Induk, Pemilihan Pejantan, Teknik pemeliharaan dan kesehatan (sanitasi kandang & vaksinasi berkala). Dengan perkembangan teknologi belakangan ini, kita semua sependapat bahwa ayam pelung harus dikembangkan dan dibididayakan secara maksimal untuk kepentingan kesejahteraan manusia, tetapi dari sisi melestarikan dan mengembangkan ayam pelung dengan tidak harus merusak atau memusnahkan ras pelung yang sudah ada dan terbukti memiliki berbagai keunggulan.

- Sosok besar tegap dan kalau berdiri tegak, temboloknya tampak menonjol
- Kakinya panjang kuat dengan paha berdaging tebal

Ciri -ciri Ayam Pelung adalah ;
- Sosok besar tegap dan kalau berdiri tegak, temboloknya tampak menonjol
- Kakinya panjang kuat dengan paha berdaging tebal
- Ayam jantan mempunyai wilah yang besar, tegak, bergerigi dan berwarna merah
cerah.
- Pada ayam betina tidak berkembang dengan baik.
- Warna bulu tidak memiliki pola warna yang khas, umumnya kuning campur merah,
hitam dan jalak (bintikbintik hitam)
- Ayam jantan mempunyai suara kokok yang khas, sehingga banyak dipe-lihara sebagai
unggas kesayangan.
- Ayam yang dinilai bagus mempunyai kokok dengan leher tegak agar suaranya tinggi
dan terdengar sampai jauh.
- Ayam jantan dewasa berbobot 3,5 - 5,5 kg dan betina 2,5 - 3,5 kg.
- Produksi telur 39 - 68 butir/tahun dengan bobot telur 40 - 50 gram/butir.

Kontes Dan Bursa Ayam Pelung

Seperti halnya burung perkutut atau burung kicauan lainnya, ayam jago pelung juga dikonteskan yang menitik beratkan kepada alunan suaranya, dan sekarang ini hampir semua aspek sudah mendapat penilaian dalam suatu kontes : kontes suara khusus untuk jago ayam pelung, kontes penampilan, bobot badan dan juga untuk Pelung betina yang meliputi lomba lokal, nasional maupun internasional yang telah diagendakan secara terorganisir pada setiap tahunnya.

Pada kontes Ayam Pelung tersebut selain diadakan lomba tarik suara dan lainnya juga merupakan arena bursa penjualan dari anak ayam sampai ayam dewasa, dari usia 0 s/d 1 bulan (jodoan), usia 3 bulan (sangkal), usia 6 s/d 7 bulan (jajangkar), sampai kepada ayam pelung yang sudah jadi (siap kontes). Dengan demikian lomba/kontes ayam pelung sekaligus merupakan bursa penjualan, promosi dan sosialisasi khusus ayam pelung. Melalui bursa semacam ini para pembeli, penjual dan penggemar merasa puas karena pada umumnya mendapatkan bibit-bibit maupun induk yang berkualitas dan tambahan pengetahuan tentang segala hal mengenai ayam pelung yang cukup memuaskan dari sesama peternak dan penggemar.
read_more

Asal Usul Ayam Serama

Asal Usul Ayam Serama, Ayam serama memiliki perawakan kerdil, unggas ini pantang minder. Ia senang bergaya petentang-petenteng dan tak ragu berkokok lantang. Serama diklaim sebagai ras ayam terkecil di dunia.

Anggapan bahwa kate adalah jenis ayam terkecil nampaknya sudah kedaluarsa dan tak berlaku lagi. Sekarang ada serama. Ras ayam terkecil di dunia. Kian mungil ukuran badannya semakin bagus kualitasnya. Bobot serama tak lebih dari 500 gram. Ukuran badannya hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Meski berbadan cebol, ia bukan ayam murahan. Serama berkualitas bisa diboyong jika Anda sanggup meminangnya dengan uang sebesar Rp 25 juta – Rp 30 juta. Mutu serama ditentukan oleh bobot badan yang ringan, bentuk leher menyerupai huruf S, kepala tertarik jauh kearah belakang, Sayap menjuntai tegak lurus ke bawah, dan ekor pedang panjang serta berdiri tegak. Ciri fisik seperti itu membuat ayam serama berpenampilan tegap menyerupai prajurit yang sedang berbar

Asal Usul Ayam Serama
Serama merupakan mahluk hasil kreatifitas Wee Yean Een seorang “penghulu ayam” dari Negeri Jiran. Pada tahun 1971 ia menyilangkan ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras ayam Modern Game Bantam.

Ayam kapan ia pilih lantaran memiliki sayap menjuntai lurus ke bawah. Sedangkan Modern Game Bantam memiliki postur badan tegap, leher panjang dan tertarik ke belakang menyerupai huruf S. Pada tahun 1973 Wee Yean Een menyilangkan keturunan pertama hasil perkawina antar ayam kapan dan Modern Game Bantam dengan jenis ayam sutera (Silkie Bantams). Perkawinan tersebut akhirnya melahirkan ayam sutera berpostur badan kecil.

Wee Yean Een nampaknya masih tidak puas dengan hasil persilangan tersebut. Penghulu ayam itu lalu menjodohkan keturunan ke dua tersebut dengan kate jepang. Ayam ini punya warna bulu indah serta bentuk ekor berdiri tegak. Pada tahun 1988 mak comblang ayam itu akhirnya berhasil mencetak ayam kate dengan bobot kurang dari 500 gr.

Wee Yean Een lantas memberi nama “Serama” kepada ayam berbadan mikro itu. Julukan tersebut ia berikan lantaran ayam hasil kreasinya itu memiliki gaya dan penampilan gagah layaknya Sri Rama tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana. Lidah Wee Yean Een menyebut Sri Rama berubah menjadi berlafal serama.

Ayam serama dipublikasikan pada tahun 1990 melalui kontes pertama yang diselenggarakan di Perlis. Dalam perlombaan Wee Yean Een tampil sebagai salah satu juri. Selain di Malaysia kontes ayam serama juga banyak digelar di Thailand. Di Indonesia Serama mulai dipertandingkan pada tahun 2004 di Ancol, Jakarta. Penggemar ayam serama berkumpul dalam sebuah wadah bernaman Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI)

Penemu Ayam Serama adalah Wee Yean Een Berasal dari Negeri Jiran Malaysia Pada tahun 1971
read_more

Mari pelihara Ayam Serama, Ayam Terkecil Di Dunia


Ayam terkecil dunia pandai menonjolkan diri dan memikat hati kini mempunyai nilai komersial, tersohor di seluruh dunia

AYAM Serama bersifat gemar bergaya. Jika ada kamera dan limpahan cahaya lensa, ayam ini segera mengangkat dada dan meluruskan ekor tegak ke atas hingga 90 derajat dan mengibas kedua-dua sayap.

Penampilan dan gaya istimewa ayam Serama menyebabkan Ahmad Fauzi Mohamed, jatuh cinta kepada ayam terkecil di dunia itu.

Walaupun Direktur Utama Serama Pt, sudah lama mengetahui ayam ini, cintanya terhadap ayam Serama baru tumbuh ketika berada di Kota Bharu, Kelantan, kira-kira lima bulan lalu.

Mengapa ayam Serama? Inilah hewan yang benar-benar berasal dari Malaysia. Hewan lain seperti harimau dan badak juga ada di negara lain. Orang Utan juga tidak bisa dikaitkan sepenuhnya dengan negara ini.

Ayam Serama sebenarnya diakui dunia luar sebagai milik Malaysia. Berbagai pihak di Amerika Serikat mengakui ayam Serama berasal dari negara ini.
Ahmad Fauzi asyik melayan dua ayam Serama kesayangannya yang pantang melihat air. (Gambar bawah) kandang ayam Serama dua lantai yang cantik dan bersih.

Ini yang menyebabkan Ahmad Fauzi yakin ayam Serama mampu menjadi ikon ke Malaysia karena hewan ini tidak terdapat di negara lain.

Usaha menjadikan ayam Serama sebagai ikon Malaysia, katanya perlu ditingkatkan karena beberapa negara Eropa bangga dengan jenis ayam yang hanya ada di negara masing-masing. Malah, Prancis menjadikan ayam sebagai menjadi lambang negara itu.

Minat terhadap ayam Serama mendorong Ahmad Fauzi, melakukan penelitian dan terkejut apabila mendapati jumlah ayam ini hanya tinggal kira-kira 3.000 ekor dan dapat dianggap mendekati kepunahan.

Beliau mengakses internet untuk mendapatkan informasi berhubungan dengan ayam Serama, tetapi tidak ada situs web lokal berhubungan dengan ayam ini dan tidak ada panduan mengenai cara menternaknya.

"Melalui internet, saya menemukan pemeliharaan ayam Serama berkembang di Eropa dan Amerika Serikat. Malah, ada organisasi ayam Serama dengan situs web masing-masing, yaitu Serama Council of North America dan World Serama Federation, "katanya.

Mendorong perkembangan di dunia luar mendorongnya bertekad mengubah metode peternakan ayam Serama yang sebelum ini dilakukan secara tradisional.

Dimulai dengan empat ekor yang dibawa dari Barat lima bulan lalu, ayam Serama yang diternaknya di belakang rumahnya di Tangerang, untuk tujuan pameran dan penelitian, kini mencapai kira-kira 300 ekor.

Beliau membuat penelitian sendiri untuk menternak ayam Serama secara modern dibandingkan praktik tradisional yang tidak produktif.

Memanfaatkan pengalaman sebagai insinyur maritim, Ahmad Fauzi, membuat sendiri kandang dua tingkat dan menggunakan metode peternakan modern untuk meningkatkan produksi ayam Serama berkualitas tinggi.

"Peternakan dilakukan secara sistematis. Ayam diberi campuran dedak mengandung vitamin. Desain kandang sesuai dengan besaran hewan ini dan melindungi dari angin dan hujan ekstrim yang menyebabkan penyakit.

"Menternak ayam Serama tidak cerewet jika aspek kebersihan dan makanan diberi perhatian rapi," katanya.

Katanya, ayam betina hanya bertelur kira-kira lima biji telur setiap tiga bulan atau kira-kira 20 biji setahun.

"Telur yang diambil setiap hari dikumpulkan setempat selama tujuh hari dan kemudian dimasukkan dalam mesin inkubator selama 21 hari. Setelah menetas, anak ayam dimasukkan dalam satu kotak yang dinamakan feature induk palsu.

"Kotak itu berfungsi seperti ibu ayam yang menghangatkan badan anaknya. Setelah 30 hari, anak ayam dimasukkan ke kandang biasa, "katanya.

Dalam operasi harian, pegawai kedokteran hewan dibantu pekerja biasa menganti makanan dan air, membersihkan kotoran, memeriksa inkubator dan ayam. Setiap minggu, ayam dimandikan dan dilatih untuk ikut serta dalam pertandingan dan setiap bulan, kuku dipotong dan diberi obat cacing.

Semua proses ini dicatat dan jauh berbeda dibandingkan metode tradisional, ayam dilepaskan begitu saja dan mengabaikan aspek kebersihan dan makanan.

Selain itu, Serama Corporation mengadakan penelitian untuk melakukan pembuahan buatan untuk menghasilkan ayam Serama berkualitas tinggi dan diharapkan hasil penelitian diketahui pertengahan tahun depan.

Harga ayam Serama dapat mencapai RM80, 000 seekor

AYAM Serama lebih dikenal karena kecantikan menyebabkan dipelihara hanya untuk tujuan ikut serta dalam pertandingan dan sekadar hobi.

Direktur Utama Serama Pt, Ahmad Fauzi Mohamed, mengatakan peternakan ayam Serama mempunyai potensi besar untuk dikembangkan karena permintaan besar sedangkan produksi saat ini masih rendah.

Dari segi harga, katanya ayam Serama yang menjuarai turnamen dapat mencapai RM80, 000 seekor dan secara rata-rata harga ayam ini adalah antara RM40, 000 hingga RM50, 000 seekor.

"Hanya orang kaya mampu memiliki ayam begitu. Ini tidak menghalangi peminatnya sejauh Thailand, Indonesia dan Filipina datang untuk membelinya.

"Pengeluaran terbatas menyebabkan orang biasa hanya mampu melihat. Tetapi keadaan ini dapat diubah jika pengeluaran kecil-kecilan sekarang digantikan dengan metode peternakan komersial, "katanya.

Kekurangan yang ada, katanya diisi Serama Corporation yang kini memiliki peternakan ayam Serama di Pengkalan Chepa, Kelantan dan bakal membuka ladang seluas 1.6 hektar di Ulu Yam, Selangor, tahun depan.

Selain turnamen, Ahmad Fauzi berkata, ayam Serama berpotensi diekspor ke luar negeri, terutama Cina yang melihat ayam Serama sebagai bahan obatan tradisional dan daging eksotik.

Katanya, ukuran ayam Serama setelah dibersihkan sesuai diletakkan dalam piring dan tidak perlu dipotong dibandingkan ayam biasa.

Dari segi harga, katanya penternak tidak perlu khawatir karena produksi telur yang sedikit menyebabkan ayam Serama bersifat eksklusif.

Ahmad Fauzi mengakui bahwa minat orang banyak di negara ini terhadap ayam Serama pernah melonjak tinggi pada suatu ketika, tetapi anjlok akibat praktek tidak etis beberapa pedagang.

"Ada pedagang menjual ayam Serama yang sebenarnya ayam katek dan ayam kampung. Ini mengecewakan orang banyak, karena ayam Serama mempunyai ciri istimewa yang tidak ada pada ayam lain, "katanya.

Bagi masarakat pengemar dan yang tertarik terhadap ayam Serama, katanya Serama Corporation membuka ruang pameran di Pasar Seni Kuala Lumpur pada setiap Sabtu dan Minggu, dimulai 15 November.

Katanya, anak ayam Serama berumur antara 45 hingga 60 hari akan dijual dengan harga antara RM250 hingga RM350 sepasang (dua ekor) dibandingkan harga asli yang mencapai antara RM800 hingga RM1, 000.

Bagaimanapun, katanya usaha memajukan peternakan ayam Serama sebagai industri memerlukan dukungan pemerintah melalui berbagai badan berhubungan dengan penelitian, pembiayaan dan promosi dalam negara dan internasional.

Pada masa sama, katanya mereka yang hendak berkecimpung dalam peternakan ayam Serama perlu bersunuh-sunguh dan tekun.

FAKTA: AYAM SERAMA

* Dipercaya berasal dari Barat.
* Terpercaya hasil campuran berbagai burung eksotik, termasuk burung hutan.
* Dikatakan nama Serama berasal dari nama Seri Rama dan pada mulanya adalah hewan peliharaan di istana.
* Harapan hidup antara tujuh hingga 15 tahun
* Berat ideal adalah 500 gram ke bawah dengan ukuran adalah sepertiga dari ayam biasa.
* Ciri khusus adalah ekor lentik, berdada tegak dan sayap lurus ke bawah
* Mempunyai kira-kira 2,000 warna
* Menjadi hewan peliharaan karena jinak, manja dan mengenali tuannya.
* Binatang ini mempunyai gelagat menarik seperti berjalan mundur ke belakang.
* Masyarakat Melayu percaya hewan ini memiliki khasiat medis.

PENILAIAN AYAM SERAMA

* Jenis - Ciri utama adalah kepala melunjur ke belakang, bagian belakang pendek, sayap vertikal dan ekor panjang, penuh, dan apabila berkembang, tidak menyentuh balung. Posisi tengah mata sama dengan posisi tengah kaki ketika berdiri.

* Sifat - Terlihat gagah, berani dan yakin. Lagak suka menonjol seperti berkokok dan suka berdiri.

* Ekor - Ukuran besar, vertikal dan tinggi. Bulu ekor utama panjang, melentik di penghujung dan berkembang seperti bentuk V. Lawi (ayam jantan) vertikal 90 derajat dan sedikit melentik ke belakang di saat terakhir.

* Sayap - Ketika berdiri, sayap ayam dalam posisi vertikal tetapi sedikit membelok ke belakang. Ujung sayap bersentuhan sedikit dengan lantai.

* Badan - Tegap dan bulat. Dada ayam lebih luas dari bagian belakang apabila dilihat dari atas. Dari tepi, badan berbentuk V. Belakang ayam pendek dan lebar di bagian bahu.

* Kaki - Tidak begitu rapat dan paralel. Panjang sederhana dan seimbang dengan ukuran sayap. Paha berotot dan sederhana panjang. Taji di bagian tengah betis, keras, kecil dan menuju ke belakang kaki.

 http://www.kaskus.us/
read_more

Tips Menjadikan Serama Sang Jawara

 
Jenis ayam asal Malaysia, Serama, beraksi dalam Kontes Ayam Terkecil Sedunia, Minggu (16/1/2011), di WTC Mangga Dua, Jakarta.

Berbadan cebol tidak membuat ayam jenis serama surut prestasi. Ada beberapa tips dan trik yang bisa dilakukan untuk menjadikan ayam terkecil sedunia ini menjadi sang jawara.
Sebagaimana yang diketahui, serama memiliki hobi yang cukup unik yakni ia senang sekali memamerkan bentuk tubuhnya yang imut-imut tersebut di catwalk. Sambil berjalan hilir mudik, sering kali ia membusungkan dada dan mengepakkan sayap menunjukkan kehebatannya. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi penilaian penting dalam Kontes Serama di tanah air.
Untuk membiasakan ayam serama Anda berjalan di atas catwalk tanpa terjatuh, cobalah gunakan tutupan saat melatih serama di atas meja. "Awalnya dia suka jatuh-jatuh. Nah, makanya supaya dia terbiasa berdiri di atas meja dan jalan di atas meja, kita coba kurung dia pakai tutupan sampai dia bisa," ujar Akmal, salah seorang pencinta ayam serama, Minggu (16/1/2011), saat dijumpai Kompas.com dalam kontes Trubus Serama Cup 2011 di WTC Mangga Dua, Jakarta.
Cara kedua, yakni menyemprotkan air ke badan serama yang tengah berdiri di atas meja. "Tujuannya supaya dia makin lama ada di atas meja karena disemprot jadinya dia harus membersihkan badannya kan," ujar Akmal.
Dua cara tersebut, diakui Akmal, sebaiknya setiap hari dilakukan sampai sekitar dua minggu supaya ayam mulai terbiasa berjalan di atas meja tanpa menggunakan kurungan.
Untuk mengepakkan sayap, perlu cara lain lagi yang dilakukan. Pemilik serama dianjurkan melatih serama dengan memanggil-manggil nama ayam serama miliknya. Semakin sering latihan ini dilakukan, akan semakin mudah serama mengenali suara sang majikan dan akhirnya saat kontes berlangsung dapat menuruti instruksi majikan.
"Bisa juga sambil pakai jangkrik supaya dia bisa membusungkan dada dan juga kepakkan sayapnya. Tapi kalau sudah terbiasa, sudah enggak perlu lagi," ujar pria peternak serama asal Palembang ini.

Sumber: Kompas
read_more

Rekayasa Genetika: Ayam Antiflu Burung Dikembangkan

 
Anak ayam

Ilmuwan dari Universitas Cambridge dan Edinburg berhasil "menciptakan" ayam jenis baru. Ayam tersebut bisa terinfeksi flu burung, tetapi tidak bisa menyebarkannya ke ayam lain ataupun manusia.
Lawrence Tiley, ilmuwan dari Departemen Kedokteran Hewan Universitas Cambridge, yang terlibat dalam eksperimen itu mengatakan, ayam tersebut dibuat lewat proses modifikasi genetik.
Dalam proses itu, gen baru yang bisa memproduksi senyawa imitasi dari senyawa yang diproduksi virus flu burung disisipkan. Senyawa tersebut bisa menghambat proses replikasi sehingga mencegah penyebaran.
Eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan membuktikan, ayam yang telah dimodifikasi gennya terbukti mencegah penyebaran virus. Mereka tak mampu menyebarkan virus ke burung lain, baik yang dimodifikasi gennya maupun tidak.
Meski demikian, Tiley mengatakan bahwa eksperimen ini masih dalam tahap awal. Selain itu, ia juga memperingatkan bahwa seluruh ayam yang dimodifikasi gennya tidak dibuat untuk dikonsumsi.
"Pengembangan ini adalah langkah awal untuk mengembangkan ayam yang benar-benar resisten terhadap virus flu burung. Ayam ini juga dibuat hanya untuk tujuan riset, bukan konsumsi," kata Tiley, Kamis (13/1/2011).
Kasus flu burung mulai dijumpai pada tahun 1997 di Hongkong. Sementara, pada tahun 2003, kasus tersebar luas ke Asia, Timur Tengah, dan beberapa wilayah Eropa, mengakibatkan kematian pada burung dan manusia.
Tiley mengungkapkan, "Ayam adalah inang potensial tempat virus strain baru berkembang dan menginfeksi burung dan manusia. Mencegah penyebaran virus pada ayam bisa mengurangi dampak ekonomi dan risiko orang terinfeksi dari burung."
 
AFP
read_more

Palawan, Surga Dunia Milik Filipina

Palawan Surga Dunia Milik Filipina nationalgeographic.com
 
MAU tahu tempat yang paling seru di Filipina? Langsung saja pergi ke Palawan. Karena di sana terdapat banyak tempat yang menampilkan keindahan alam dan juga tempat bermain. Pada 1997, tempat ini menjadi lokasi shooting film James Bond, Tomorrow Never Dies.

Provinsi Palawan ini terletak di utara Pulau Kalimantan dan bisa diakses dengan Monkey Trail (sebutan lain perahu kayu di Filipina) di sepanjang Taman Nasional Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa.

Tak jauh (sekitar delapan kilometer) dari situ, Anda akan dikejutkan dengan sekumpulan monyet ekor panjang, beo biru naped, dan satwa liar asli lainnya yang berhabitat di sekitar hutan.

Di Palawan juga ada tebing kapur yang di dalamnya terdapat atol karang, hutan mangrove, pantai berpasir putih, dan terumbu karang yang luas serta sebuah pantai yang baik untuk snorkeling.

Wilayah Palawan termasuk luas, dimana areanya yang sepanjang 1.995 kilometer ini meliputi 1.768 pulau dan menjadi tempat kehidupan ikan dan satwa liar terbesar di Filipina (pada tahun 1967).

Nah, jika Anda belum puas bermain air, bisa juga pergi ke Pulau Coron yang terletak di utara Pulaui Calamianes. Pulau ini dianggap sebagai salah satu tujuan utama scuba diving bagi para penyelam.

Di dekatnya juga ada Pulau Culion yang menyimpan ekowisata lainnya, seperti rumput laut dan terumbu karang.(*/X-13)
 
Penulis : Rimbo Afred
read_more

Black Hole Terbesar di Alam Semesta Ditemukan

Lubang hitam M87, lubang hitam terbesar sementara di alam semesta (allvoices.com)
 
Black hole atau lubang hitam terbesar di alam semesta telah ditemukan dengan berat 6,8 miliar kali massa Matahari. Saking besarnya, lubang tersebut konon mampu menelan Bumi beserta seluruh isi tata surya.

Dengan ukuran cakrawala sebesar itu, diperkirakan seluruh isi tata surya tidak bisa melarikan diri dari tepi ini, termasuk cahaya sekali pun. Sebagai perbandingan, besarnya bisa mencapai empat kali lipat orbit planet Neptunus.

Lubang hitam itu terletak di M87. Sejauh ini, ia adalah galaksi terbesar yang terdekat dengan galaksi Bima Sakti. Jaraknya diperkirakan kurang lebih 50 juta tahun cahaya dari Bumi dan masih belum diketahui kapan 'monster' ini lahir.

Menilik ukurannya yang sangat raksasa, sejumlah ilmuwan menganggap lubang itu tercipta karena ratusan lubang hitam yang bergabung menjadi satu di masa lalu.

"Ia bisa menelan sistem tata surya kita," kata Karl Gebhardt, seorang ilmuwan asal University of Texas, Austin-AS, seperti dikutip dari All Voices, Minggu 16 Januari 2011.

Sebuah teleskop khusus di Hawaii digunakan oleh para ilmuwan untuk mengamati obyek yang diperkirakan memiliki berat dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Dengan teleskop tersebut, Gebhardt dan timnya mampu mengamati obyek luar angkasa hingga kejauhan 500 km.

"Dan, lubang hitam raksasa ini adalah lubang hitam termasif dan terakurat yang pernah kami temukan," kata Astronom George Djorgovski dari California Institute of Technology di Pasadena.

• VIVAnews
read_more

BlackBerry Storm 3 Segera Dirilis

Foto BlackBerry Storm 3 beredar di Internet (engadget)
 
Selain merilis seri terbaru BlackBerry Bold, BlackBerry Curve, dan BlackBerry Torch 2, Research In Motion (RIM) juga menambah koleksi BlackBerry Storm di tahun 2011. Ini bukan sekadar rumor. Pasalnya, foto dan info spesifikasi BlackBerry Storm 3 telah dipajang di sejumlah blog, termasuk BGR.com

Spesifikasi Storm 3 cukup mengesankan dan memang layak dijadikan sekuel Storm terbaik sebagai senjata baru RIM saat menantang produk-produk primadona, seperti iPhone 4, HTC Desire HD, dan beberapa ponsel kelas atas lain.

Seperti ponsel layar sentuh pada umumnya, RIM juga menonjolkan keunggulan resolusi layar yang tinggi, bahkan resolusi tertinggi yang pernah dikeluarkan oleh BlackBerry, yakni 800 x 480 piksel.

Untuk navigasi, BlackBerry Storm 3 dilengkapi dengan optical trackpad, sama seperti BlackBerry Onyx, Curve 3G, atau Gemini. Menarik juga untuk diketahui bahwa RIM kemungkinan akan mengganti codename Storm dengan Monaco dan Monza secara global. Kita tunggu saja tanggal mainnya. Kemungkinan ia akan diperkenalkan sekitar bulan September 2011.

Berikut ini spesifikasi BlackBerry Storm 3 yang beredar di Internet:

Jaringan Selular Quad-band GSM/GPRS/EDGE
Tri-band UMTS/HSPA
Dimensi dan berat -
Layar TFT capacitive touchscreen, 16 juta warna
Ukuran layar 3,7 inci, 480 x 800 piksel
- Accelerometer sensor for auto-rotate
- Optical trackpad
- Touch-sensitive controls
- Proximity sensor for auto turn-off
Memori 512MB (RAM)
eMMC (untuk aplikasi dan data)
microSD up to 32GB
Konektivitas HSDPA 7.2 Mbps; HSUPA
Wi-Fi 802.11 b/g/n, UMA
Bluetooth v2.1 A2DP
microUSB v2.0
Kamera 5 MP, 2592 x 1944 piksel, autofocus, flash LED
Video Ada, 720p
OS BlackBerry OS 6.1
CPU 1.2GHz processor
Radio Tidak ada
Browser HTML
GPS Ada, A-GPS support
Fitur Java MIDP 2.0
- Digital compass
- Document editor (Word, Excel, PowerPoint, PDF)
- MP3/WMA/AAC+ player
- MP4/H.264/H.263/WMV player
- Organizer
- Voice memo/dial
- Predictive text input
Baterai 1230 mAh
Harga -
 
• VIVAnews
read_more

FOLLOWERS