der@zino Blog

Pages

Monday, November 22, 2010

Tiga Negara yang Dipisahkan oleh Sebuah Sungai

Ini adalah perbatasan yang diciptakan oleh alam untuk memisahkan tiga negara. Lihat foto-foto ini, sungguh indah, sungai Parana memisahkan tiga negara, Argentina, Paraguay dan Brasil. Inilah border atau batas negara yang diciptakan oleh alam paling indah di dunia.






read_more

Sungai 5 Warna Cano Cristales

Sungai ini namanya Cano Cristales, terletak di Kolombia. Sungai ini memiliki 5 warna diairnya. Dikenal juga dengan "Sungai Lima Warna" atau "Sungai Pelangi." Nah, yang bisa bikin airnya jadi berwarna itu adalah ganggang khusus yang ada pada bebatuan disungai tersebut.

Arus air sungai mengatur jumlah matahari yang bisa mencapai ganggang, dan selama musim hujan, arus tersebut menjauhkan sinar matahari dari dasar sungai. Pada musim kemarau, airnya terlalu dangkal jadi tidak akan mengeluarkan warna-warna tersebut. Tapi saat-saat diantara kedua musim tersebut merupakan waktu yang tepat bagi Cano Cristales untuk memamerkan warnanya.

Selama waktu-waktu tersebut, dasar sungai ditutupi oleh berbagai warna, mulai dari biru, hingga hijau dan merah, dengan banyak gradasi warna. Sayangnya keindahan ini hanya bertahan beberapa hari, antara musim hujan dan musim kemarau. Tapi hal itu yang justru membuat sungai ini menjadi lebih spesial.

Sayangnya, atau mungkin untungnya, sungai ini terletak didaerah yang terpencil, didekat kota La Macarena. Sungai dengan lebar 20 meter dan panjang 100 meter ini hanya bisa dicapai dengan menggunakan kuda atau bagal dan hanya sedikit agen perjalanan yang menawarkan perjalanan kesana.










read_more

12 Mesin Raksasa Yang Pernah Dibuat Oleh Manusia



1. Liebherr T 282B: Truk Tambang Terbesar Di Dunia
Mesin raksasa Liebherr T 282B adalah dumptruck terbesar yang dirancang tahun 2004 oleh produsen Jerman. Truk seberat 203 Ton ini dapat mengangkut sekitar 365 ton, dan menghasilkan tenaga sekitar 3650 Tenaga Kuda.

Features:
Weight: empty - 203 tons; maximum capacity - 365 tons; maximum operating weight - 592 tons
Length: 14.5 m long
Height: 7.4 m tall
Wheelbase: 6.6 m
Top Speed: 40 mph or 65 kph
Costs: US$3.5 M
2. Bagger 288: Mesin Pengeruk terbesar Didunia
Mesin ini adalah mesin penggali terbesar di dunia. Excavator Berroda bernama Bagger 288 dibangun oleh perusahaan Krupp Jerman. Mesin seberat 13.500 Ton ini terdiri dari 2 bagian, yaitu “bucket-wheeler excavator” sebagai alat penggalinya dan Crawler-Transporter sebagai kendaraan penopang yang memungkinkan alat tersebut bergerak.

Feature:s
Height: 95 m tall
Length: 215 m long
Weight: 13,500 tons
3. Crawler-Transporter: Kendaraan Pengangkut Terbesar Kedua di Dunia 
Crawler-Transporter digunakan untuk mengangkut roket Saturn V, Saturn IB, Apollo Soyuz san sekarang Pesawat Luar Angkasa Lainnya. Alat Ini dirancang oleh Bucyrus International dan diangun oleh Marion Power shovel Co. Dengan biaya USD 14 Juta. Pada saat dibangun, mesin ini merupakan kendaraan engangkut terbesar, namun kini kalah oleh Bagger 288.

Features:
Height: 20 ft or 6.1 m to 26 ft or 7.9 m
Length: 131 ft or 40 m
Width: 114 ft or 35 m
Weight: 2400 tons 2,700 short tons or 2,400,000 kg; 5,400,000 lb

4. TAKRAF RB293: Mesin Terbesar dalam Sejarah Manusia
Seperti Bagger 288, ini adalah Excavator terbesar yang dibuat oleh perusahaan jerman, TARKAF Industry. Mesin ini memegang rekor sebagai mesin terbesar dan terberat di bumi dan digunakan di tambang batubara di Victoria, Australia

Features:
Height: over 94.5 meters or 310 feet tall
Length: over 220 meters or 722 feet long,
Weight: over 14,196 tons or 31.3 million lbs
Operation: membutuhka lebih dari 5 orang untuk beroperasi
Others: Bucket nya mempunyai diameter 70M, dengan 20 bucket yang masing – masng dapat mengangkut 20 kubik. Mesin ini dapat memindahkan sekitar 240.000 m kubik material tiap harinya.

5. Overburden Conveyor Bridge F60: Mesin Terbesar yang dapat Bergerak Bebas
Overburden Conveyor Bridge F60 adalah mesin terbesar yang dapat bergerak bebas. Alat ini di nonaktifkan setelah 13 bulan beroperasi karena alasan Sumber Energi dan Politik. Ketinggian alat ini mencapai 60meter [F60] dan panjang sekitar 502 Meter. Alat ini juga sering disebut "Lying Eiffel Tower" F60 adalah salah satu dari lima Conveyor yang digunakan pada pertambangan batubara di Jerman.

Features:
Length: 502 m long
Width: 240 m wide
Height: 80 m tall
Weight: 13,600 metric tons

6. Large Hadron Collider: Mesin Akselerator Partikel Terbesar di Dunia

Large Hadron Collider adalah kompleks pemercepat partikel berenergi tinggi yang terbesar di dunia. Berfungsi untuk menabrakkan dua buah pancaran partikel proton dengan energi kinetik yang sangat besar. LHC dibuat olehBadan Riset Nuklir Eropa(CERN).Proyek ini dimulai sejak tahun 1995, dan merupakan project terbesar yang pernah dilakukan oleh Manusia, dengan menggunakan peralatan paling rumit di dunia, serta memakan biaya lebih dari USD 10 Miliar dengan waktu penyelesaian lebih dari 14 tahun. Terletak 91 meter dibawah perbatasan Franco-Swiss dekat Geneva, Switzerland, mesin yg berbentuk terowongan sepanjang 27 kilometer ini dibangun oleh 10000 ilmuwan dan insinyur, dari lebih 100 negara, serta didukung oleh ratusan universitas dan laboratorium.

Features:
Length: 27 km or 17 mil
Circumference: 175 m or 570 ft
Built & Funded: 10,000 scientists and engineers from 100 countries

7. BHC SR-N4 Mk-3: Hovercraft Non Militer Terbesar
BHC SR-N4 adalah Hovercraft terbesar yang ditujukan untuk mengangkut 418 Penumpang dan 60 Mobil. Desainnya adalah sepanjan 40 meter (131 kaki), berat 190 ton (193 t), mampu melaju hingga 83 knot (154 km / jam). Hovercraft ini dibangun oleh British hovercraft Corporation pada 1966

8. Typhoon: Kapal Selam Terbesar yang Pernah Dibuat
Typhoon adalah sebuah kapal selam pengangkut rudal terbesar yang pernah dibuat. Kapal Selam ini menggunakan tenaga nuklir dan dioperasikan oleh angkaan Laut Sovyet pada 1980an. Dengan berat maksimum 26000 Ton, Typhoon adalah sebuah senjata pemusnah paling menakutkan padasaat itu. Oleh karena biaya operasional yang mahal, maka kapalselam ini dihentikan operasinya.

9. Emma Maersk Kapal kontainer terpanjang yang Pernah Ada
Ini kapal besar adalah kapal kontainer terpanjang yang pernah dibangun di dunia. dan pada 2008 itu adalah kapal terpanjang di pernah digunakan. Kapal ini dapat membawa sekitar 11.000 unit atau sekitar 1.400 [masing – masing sepanjang 20 kaki] kontainer, Jauh lebih banyak dari kapal lain yang pernah ada.

10. Knock Nevi's: Kapal Terbesar yang Pernah Dibuat
Ini adalah super tanker terbesar. Knock Mevi adalah sebagai sebuah Penyimpanan dan Pemindahan Terapung [FSO] yang dimiliki oleh Fred Olse, Norwegia. Kapal ini jauh lebih panjang/tinggi dari menara kembar petronas [1480 ft dibanding 1504 ft]

Features:
Length: 458.45 m or 1,504 ft long
Width: 69 m wide
Height: 30 m tall
Weight: 564,763 tons

11. Airbus A380: Pesawat Penumpang Terbesar
Airbus A380 yang diproduksi oleh Airbus S.A.S. adalah sebuah pesawat dua tingkat, dengan empat mesin yang mampu memuat 850 penumpang dalam konfigurasi satu kelas atau 555 penumpang dalam konfigurasi tiga kelas. Pesawat ini melaksanakan penerbangan perdana pada 27 April 2005 dan akan memulai penerbangan komersial pada akhir tahun 2007setelah ditunda beberapa kali.

11. Antonov An 225: Pesawat Terbesar dan Terberat di Dunia
Antonov An-225 Mriya merupakan pesawat terbesar kedua didunia yang dibuat oleh Perusahaan Antonov. Nama belakang pesawat ini Mriya yang dalam bahasa Ukraina berarti Mimpi atau Inspirasi.
Dahulu pesawat ini digunakan untuk mengangkut pesawat ulang alik Buran menggantikan Myasishchev VM-T. Namun seiring dengan bubarnya Uni Soviet pada tahun 1991 dan proyek Buran yang tidak dilanjutkan lagi tahun 1993 pesawat ini terpaksa tidak beroperasi (tidak tampak) selama hampir 8 tahun. Pada tahun 2001, pesawat ini kembali dioperasikan dengan menjadi pengangkut berat yang bernomor penerbangan UR-82060 (yang sebelumnya СССР-82060) sampai sekarang.
Sumber: http://unikboss.blogspot.com/
read_more

Baru Uang Logam 5000 Rupiah

Ngomongi soal modal usaha pasti yang langsung terbersit di benah kita adalah soal uang. Nah kali ini Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan uang pecahan Rp 5.000 dalam bentuk  uang logam. Hal tersebut sesuai dengan rencana bank sentral yang ingin mengembangkan peredaran uang logam karena lebih efisien dan tahan lama.
Uang logam 5000 rupiah untuk saat ini belum (menerbitkan uang logam) namun masih dalam kajian sebenernya uang logam itu bisa sampai Rp 5.000, kata Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Namun Budi belum bisa memastikan kapan rencana penerbitan uang logam 5000 rupiah ini dilakukan. “Saat ini masih dalam wacana,” tuturnya.
Budi menambahkan, pecahan dalam bentuk uang logam dengan nilai yang pale besar saat ini Rp 1.000, yang diresmikan Wakil Presiden Boediono pada twenty Juli 2010. Menurut Budi, penggunaan uang logam sebenarnya lebih efisien dibandingkan dengan uang kertas.
“Uang koin atau logam itu lebih efisien dan bisa lebih awet. Serta biayanya pengedaran uangnya lebih murah dimana biaya dibagi massanya itu lebih kecil,” tuturnya.
1 Uang Logam 5000 Rupiah
Menurut Budi, pengembangan uang logam 5000 rupiah ini juga seiring dengan kampanye bank sentral pada beberapa waktu lalu yakni Gerakan Peduli Koin. Gerakan tersebut bertujuan untuk mendorong tumbuhnya budaya masyarakat dalam mengoptimalkan penggunaan uang pecahan koin dalam kegiatan transaksi dan mendorong agar pedagang memiliki budaya yang sama dan bertanggung jawab dalam memberikan hak konsumen berupa pengembalian dalam bentuk uang bukan bentuk lainnya.
Gerakan peduli koin nasional ini dilakukan bank sentral bersama dengan Kementerian Perdagangan beserta Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) yang dicanangkan pada 31 Juli 2010.
Mudah-mudahan saja dengan adanya uang logam 5000 rupian ini semakin mempermudah kita dalam proses transaksi keuangan, karena tentu uang koin akan lebih simpel dari uang kertas dan tentu tahan lama.

Sumber: detikFinance
read_more

Jepang, Kreditor Terbesar Utang Indonesia

 
Indonesia paling banyak meminta pinjaman ke Jepang. Utang Indonesia ke Jepang sebesar US$31,08 miliar.

Berdasarkan data Direktorat Jendral Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan, angka itu mencapai 45,9 persen dari total nominal utang asing Indonesia yang mencapai US$67,78 miliar. Sementara itu urutan kedua ditempati oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) dengan porsi 16,3 persen atau sebesar US$11,08 miliar.

Urutan ketiga ditempati oleh Bank Dunia dengan porsi 14,6 persen atau besar nominal mencapai US$9,88 miliar. Negara lain dan juga lembaga kreditor sisanya memberikan sumbangan kecil yang semuanya terakumulasi dengan porsi 23,2 persen atau sebesar US$15,74 miliar.

Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan dengan besarnya porsi investor pengutang Jepang ke Indonesia membuat pemerintah harus menerbitkan obligasi khusus bernominal Yen.

"Kita beberapa kali terbitkan Samurai Bond kenapa?, karena kita sedang menerapkan manaemen utang," kata Rahmat di Hotel Mercure, Sabtu 20 November 2010.

Ia menjelaskan eksposure utang dalam bentuk Yen yang tinggi membuat pemerintah harus membayar utang itu dengan Yen baru. "Samurai Bond ini untuk mencari Yen baru," katanya.
 
Ia memperkirakan sampai tahun depan pasar surat utang dunia masih akan baik. Apalagi Indonesia masih akan menghadapi arus modal masuk yang tinggi hingga Semester I. Selain itu, imbal hasil (yield) masih akan sangat murah. Pemerintah akan menerapkan front loading strategy atau penerbitan utang sebanyak-banyaknya diperkirakan dikisaran 60-65 persen dari target penerbitan utang.

• VIVAnews
read_more

Gempa yang Mengintai Jakarta

       Gempa di Selat Sunda 16 Oktober 2009 (USGS)
 
Masih lekat dalam ingatan Safarudin, saat Jakarta diguncang gempa tahun lalu. Rabu, 2 September 2009, pukul  14.55 wib, tukang ojek 27 tahun yang biasa mangkal di dekat Wisma Nusantara itu terhenyak, ketika bumi yang dipijaknya bergoyang keras.
“Kreeek…kreeek,” bunyi itu terdengar dari atas, begitu keras di tengah deru kendaraan yang lalu-lalang di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, yang mulai memadat. Safar menengadah ke langit, gedung-gedung jangkung di sekelilingnya terlihat berayun-ayun seolah-olah hendak rubuh menimpanya.
Belum selesai ia mencerna apa yang tengah terjadi, sekonyong-konyong orang-orang dari dalam gedung Wisma Nusantara terbirit-birit berhamburan keluar gedung. “Gempa… gempa..” Tanpa pikir panjang lagi, Safar melompat ke motornya. Ia pacu gas sekencang-kencangnya menyusuri Jl Sutan Syahrir, menjauh dari rimba pencakar langit di pusat kota itu.
Tak jauh dari situ, Sianto Wongjoyo, salah seorang Manajer di Dell Indonesia masih ‘terperangkap’ di kantornya yang berada lantai atas Menara BCA Grand Indonesia Jakarta. Kantor Dell yang baru setahun pindah ke gedung itu, memang terletak lumayan tinggi, yakni di Lantai 48 dari 57 lantai yang ada.
Saat kantornya mulai bergoyang, Sianto tengah rapat. Biasanya ia tak terlalu sensitif terhadap gempa. Namun kali itu guncangan gempa cukup besar untuk menyadarkannya. Lantai bergoyang, kaca-kaca kantor bergetar, dinding-dinding berderak. “Kali ini harus saya akui, benar-benar hebat guncangannya,” Sianto menggambarkan. 
Dengan sigap, petugas keamanan memandu para karyawan berkumpul di lorong lift. Dalam hati, Sianto tak lepas berdoa. Menunggu cemas, hingga akhirnya gempa berhenti. Sesaat kemudian, semua dievakuasi keluar gedung, menyusuri anak tangga satu persatu. Jarak 48 lantai memang cukup membuat lutut sedikit linu. “Lumayan capek sih.” Di bawah, ribuan pengunjung dan karyawan yang berkantor di Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Wisma Nusantara, Hotel Nikko, sudah menyemut.
Jangan lupa, Jakarta juga masih punya sekitar 1400 gedung tinggi lainnya. Praktis, aktivitas perkantoran di banyak tempat di Jakarta lumpuh sesaat. Padahal, episentrum gempa saat itu berada di perairan selatan Jawa antara Sukabumi dan Bandung, atau tepatnya di koordinat 7,809 derajat Lintang Selatan dan 107,259 derajat Bujur Timur.
Di Jawa Barat Gempa berkekuatan 7,3 SR itu merenggut setidaknya 79 nyawa, 21 korban hilang, 63.717 rumah rusak berat, dengan perkiraan kerugian lebih dari Rp 300 miliar. Sementara di Jakarta, tak ada korban jiwa dan kerusakan yang berarti. Hanya saja, beberapa gedung mengalami keretakan di sana sini. Setidaknya peristiwa itu mengingatkan semua bahwa Jakarta bukan tempat aman dari ancaman gempa.
Menurut Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Profesor Riset Hery Harjono, secara umum wilayah Jakarta memiliki formasi geologi berusia muda. Lapisan paling atas umumnya berupa tanah lunak yang terdiri dari lempung dan lempung pasiran yang berasal dari endapan pantai dan endapan akibat banjir yang berasal dari periode holosen akhir (berusia sekitar 12 ribu tahun).
Kemudian, di bawahnya terdapat endapan aluvial volkanik yang berasal dari pleistosen akhir (berusia lebih dari 12 ribu tahun).  Di bawahnya terdapat endapan marine dan non-marine berumur Pleistosen Awal (sekitar 2.588 juta tahun). Di bagian paling bawah terdapat batuan berumur tersier (1,8 juta - 6,5 juta tahun).
Ir Engkon K Kertapati, peneliti pada Pusat Survei Geologi – Badan Geologi, mengatakan bahwa Jakarta berada di atas tanah yang sangat lemah dan rentan terhadap guncangan gempa. Secara geologi, Jakarta terbagi dua wilayah; Jakarta bagian utara di mana permukaan tanahnya merupakan tanah lunak berusia holosen, dan Jakarta bagian selatan yang lapisan tanahnya relatif lebih padat dan berusia lebih tua (pleistosen).
Bila gempa kuat terjadi, wilayah Jakarta utara paling rawan mengalami proses likuifaksi alias amblasnya permukaan tanah karena perubahan sifat tanah dari padat menjadi air karena gempa. Selain itu, sifat tanah di wilayah utara itu juga akan merambatkan getaran gempa sehingga mengalami amplifikasi atau perbesaran guncangan terhadap gedung-gedung di atasnya.
Menurut Engkon, ini yang membuat Jakarta juga turut merasakan guncangan gempa Tasikmalaya yang pusatnya berjarak hampir dua ratus km dari Jakarta. Saat itu, wilayah Utara Jakarta mengalami amplifikasi gempa hingga 2 kali, sementara wilayah selatan Jakarta mengalami amplifikasi gempa sebesar 1,5 kali.
Oleh karenanya, ahli Gempa LIPI Dr Danny Hilman Natawidjaya mengatakan bila gempa Tasik bermagnitudo lebih besar, misalnya lebih dari 8SR, maka gempa itu bisa memporakporandakan Jakarta. “Ini bisa mematikan, seperti kejadian gempa di Meksiko tahun 1985,” kata Danny. Saat itu, ia menjelaskan, sumber gempa berjarak lebih dari 300 km. Namun, dengan kekuatan gempa sebesar 8,1 SR, gempa itu meratakan kota Mexico City.
Badan survei geologi AS, USGS, menyebutkan, setidaknya 9.500 orang tewas, 30 ribu orang terluka, lebih dari 100 ribu orang menggelandang karena rumah mereka hancur, 412 bangunan tumbang dan 3.124 bangunan lainnya rusak di Mexico City, dengan jumlah kerugian mencapai US$ 3 – 4 miliar. 60 persen dari bangunan-bangunan di daerah lain seperti Ciudad Guzman, Jalisco juga musnah.
Dari catatan Prof Masyhur Irsyam, pakar teknik sipil ITB yang juga kepala tim revisi Peta Gempa Indonesia 2010, pusat gempa Meksiko terjadi di bawah garis pantai Pasifik Meksiko. Episentrumnya berjarak 380 km dari Mexico City.
Lalu kenapa jarak pusat gempa yang begitu jauh tetap bisa mengoyak bangunan-bangunan di Mexico City? Ternyata kota itu berdiri di atas endapan lempung vulkanik yang berusia kurang dari 2.500 tahun. Ini menyebabkan getaran gempa di permukaan tanah bisa mengalami amplifikasi antara 4-5 kali, dan amplifikasi gempa pada bangunan bisa mencapai 21 kali lipat dari getaran di batuan dasar.
Proses amplifikasi pada Gempa Meksiko (courtesy: Prof Masyhur Irsyan)
Di Jakarta sendiri, gedung-gedung yang dibangun, musti memenuhi standar tahan gempa hingga 8 Skala Richter. Menurut Hermawan Sarwono, Direktur Utama perusahaan kontraktor umum PT Insani Daya Kreasi, gedung-gedung di Jakarta yang dibangun pasca 1989 sudah harus memenuhi persyaratan struktur gedung dan kinerja struktur gedung sesuai dengan Standar Nasional Indonesia 1989.
“Bahkan, standarisasi pembangunan gedung pada 2002, ditingkatkan lagi melalui SNI 03-1726-2002 yang jauh lebih ketat dari standar SNI 1989,” kata Hermawan lagi. Namun, kata Masyhur, ada beberapa tahapan yang perlu dilewati dalam sebuah perencanaan bangunan di Jakarta agar tahan gempa.
Pertama, harus diketahui goyangan atau percepatan di batuan dasar. Angka ini bisa diperoleh dari Peta Gempa Indonesia 2010, di mana percepatan di batuan dasar (Peak Base Acceleration/ PBA) Jakarta adalah 0.19 g (g = gravitasi bumi = 981 cm per detik kuadrat)  untuk 10 persen kemungkinan terjadinya dalam 50 tahun dan untuk perioda ulang gempabumi 475 tahunan.
Setelah itu, perlu diketahui pula percepatan di permukaan tanah dengan menghitung efek kondisi tanah setempat, misalnya apakah tanah lunak atau tanah keras. Untuk Jakarta, goyangan di batuan dasarnya bisa saja sama, namun goyangan di permukaan tanah Jakarta Utara dan Jakarta Selatan berbeda, karena perbedaan tanahnya.
Yang terakhir, perlu diperhitungkan goyangan di bangunannya sendiri, yang didasarkan pada perilaku bangunan tersebut. "Dengan mengetahui goyangan pada bangunan, maka dapat dihitung besarnya gaya gempa pada bangunan,” kata Masyhur.
Padahal, hingga kini Jakarta masih belum memiliki peta mikrozonasi gempa, yang bisa secara lengkap menyediakan informasi peta kelabilan tanah, termasuk angka percepatan/ goyangan di permukaan tanah di masing-masing wilayah Jakarta. “Sayangnya di Jakarta kita tidak punya,” kata Masyhur.
Padahal, Jakarta diintai oleh beberapa sesar aktif yang siap ‘menyuplai’ getaran gempa yang bisa sampai ke wilayah Jakarta. Di antaranya adalah Sesar Cimandiri dengan magnitudo gempa 7,2 SR dan kecepatan pergerakan tanah 4 mm per tahun, sesar Lembang dengan magnitudo gempa 6,5 SR dan kecepatan pergerakan tanah 1,5 mm per tahun, dan Sesar Sunda dengan magnitudo gempa 7,2 SR dan kecepatan pergerakan tanah 5 mm per tahun.
Belum lagi rumor adanya sesar purba bernama Sesar Ciputat yang konon terbujur dari Ciputat hingga ke daerah Kota. Danny Hilman mencurigai keberadaan sesar ini dari keberadaan sumber mata air panas di sekitar Gedung Arsip Nasional. Meski patahan aktif Jakarta belum terdeteksi, kata Danny, sejarah mencatat gempa besar pernah meluluhlantakkan Jakarta yaitu gempa yang terjadi pada 1699 dan 1852.
Namun, tak semua setuju dengan indikasi keberadaan sesar di Jakarta. “Secara pribadi saya katakan  Sesar Ciputat tidak ada,” kata Engkon. Sebab, Jakarta tak memiliki sumber gempa dangkal yang merupakan indikasi dari kegiatan sesar. Namun, Engkon sepakat dengan Danny mengenai kejadian gempa 1699 yang sempat mengguncang Jakarta.
Gempa tahun 1699, kata Engkon berpusat di selatan Gunung Gede, yang menyebabkan terjadinya kerusakan bangunan dan kerusakan parah di sekitar Hanjawar, Puncak. Sir Thomas Stamford Raffles juga mencatat dalam bukunya History of Java, "Gempa 1699 memuntahkan lumpur dari perut bumi. Lumpur itu menutup aliran sungai, menyebabkan kondisi lingkungan tak sehat, kian parah.”
Menurut buku Encyclopedy of World Geography, gempa ini juga menyebabkan Sungai Ciliwung tertutup oleh longsor lumpur, dan pohon-pohon yang bertumbangan, sehingga terjadi banjir di banyak tempat. Tak sampai seabad kemudian, gempa kembali melanda Jakarta pada 1780.
Sebuah Buku berjudul Transits of Venus: New Views of the Solar System and Galaxy mencatat bahwa Observatorium Mohr yang terletak di Batavia, adalah observatorium yang sukses melaporkan beberapa kejadian Transit of Venus (kondisi saat Matahari Venus dan bumi dalam satu garis). Namun, observatorium tersebut  hancur akibat gempa tahun 1780.
Pada 27 Agustus 1883, Jakarta kembali diguncang gempa besar akibat letusan Gunung Krakatau yang memicu tsunami 35 meter dan menewaskan 36 ribu jiwa di Jawa bagian barat, dan sebelah selatan Sumatera. Dari catatan-catatan sejarah tadi, Jakarta memang pernah beberapa kali mengalami gempa hebat.
Yang jelas, kata Engkon, ancaman bagi penduduk Jakarta adalah gempa-gempa dangkal yang bersumber dari Jawa Selatan yakni dari arah zona Subduksi (Megathrust) seperti gempa Tasik. Kerentanan Jakarta akan semakin parah bila daerah-daerah tesebut padat penduduk dan bangunan-bangunannya tidak atau kurang memperhatikan aspek bangunan tahan gempa.
Oleh karenanya, Engkon menyarankan agar Jakarta bersiap sebelum bencana tiba, khususnya Jakarta Utara. Pasalnya, di wilayah ini berbagai infrastruktur penting berdiri, dari mulai pelabuhan, kegiatan ekspor impor, transportasi, daerah wisata, sentra-sentra perdagangan juga  peninggalan sejarah. ”Sebab, bagaimanapun juga, gempa bumi tidak akan membunuh manusia. Tapi, bangunan roboh lah yang bisa membunuh manusia,” kata Engkon.


• VIVAnews
read_more

Rahasia di Balik Otak Manusia

 
Otak manusia benar-benar mengagumkan. Otak seorang yang normal dan sehat memiliki sekitar 200 miliar sel saraf, yang terhubung satu sama lain melalui ratusan triliun sinaps (penghubung satu neuron dan neuron berikutnya). Sinaps berfungsi seperti mikroprosesor, dan 10.000 di antaranya bertugas menghubungkan satu neuron ke sel saraf lainnya.

Pada kulit otak saja, Anda bisa menemukan kurang lebih 125 triliun sinaps, jumlah ini setara dengan jumlah yang ada di 1.500 galaksi Bima Sakti. Sangat mengagumkan. Sinaps itu sangat kecil. Diameternya kurang dari seperseribu milimeter.

Saking mungilnya, hingga saat ini, belum ada penelitian yang mampu mengetahui secara jelas apa fungsinya dan apa yang mereka lakukan sehari-hari. Jumlahnya berbeda-beda dari waktu ke waktu. Bisa bertambah dan berkurang. Dan, itu masih terus terjadi selama hidup.

Mereka adalah peneliti dari Stanford University School of Medicine, yang telah menghabiskan waktunya beberapa tahun terakhir untuk membuat model rekayasa pencitraan baru tentang otak, yang disebutnya tomografi array (array tomography).

Disebut demikian karena model pencitraan kali ini terhubung dengan software baru yang dapat memilah-milah gambar seolah-olah terlihat seperti tiga dimensi. Tak cuma itu, gambar hasil pencitraan oleh software tersebut juga bisa diputar, ditembus, bahkan dinavigasikan secara bebas.

Untuk menguji model mereka, tim tidak langsung mengambil sampel manusia, melainkan tikus. Tikus dipilih karena otaknya secara biologis memiliki neuron lebih besar dan tampak dari kulit otak. Cahayanya kuning-hijau. Dengan adanya cahaya ini, peneliti jadi mampu melihat sinaps dengan latar belakang neuron.

Pada penelitiannya terhadap manusia, mereka menemukan bahwa otak manusia ternyata jauh lebih kompleks dari apa yang mereka bayangkan sebelumnya, bahkan sampai ke titik di luar dugaan.

"Satu sinaps seperti sebuah mikroprosesor, lengkap dengan media penyimpanan dan elemen untuk memproses informasi, bukan sekadar tombol on dan off," kata Stephen Smith, profesor fisiologi molekuler dan seluler yang juga punya andil besar pada penelitian tersebut.

"Satu sinaps bisa menampung 1.000 tombol skala molekuler. Itu baru satu sinaps. Bisa dibayangkan, satu otak manusia memiliki berapa tombol. Bisa melebihi seluruh tombol komputer, router dan koneksi seluruh Internet yang ada di bumi," jelas Smith, yang dikutip VIVAnews dari Cnet, Minggu 21 November 2010.

Sumber: VIVAnews
read_more

Minum Air Sebelum Makan Bikin Langsing?

Salah satu trik yang sering dipakai penggemar makanan enak, tetapi tak mau berat badan bertambah, adalah minum segelas air sebelum makan. Alasannya sederhana, dengan minum air, perut akan terasa penuh sehingga rasa lapar berkurang. Akibatnya, jumlah suapan yang masuk ke mulut pun lebih sedikit.

Baru-baru ini para ahli mengumumkan hasil temuan mereka mengenai korelasi antara minum air dan berat badan. Dalam sebuah studi acak, para ahli dari Virginia Tech mengamati sekelompok orang yang kegemukan berusia 55 tahun selama tiga bulan.

Semua responden menjalani diet rendah kalori. Separuhnya diminta minum dua cangkir air sebelum makan. Pada akhir penelitian terbukti bahwa berat badan orang yang terbiasa minum air akan berkurang sekitar 15,5 pounds (sekitar 7 kg), sedangkan kelompok yang tidak minum air hanya berkurang 4,9 kg.

Penelitian tahun 2008 juga menunjukkan hasil yang serupa, yakni pengurangan berat badan hingga 13 persen pada orang yang minum air sebelum sarapan.

Namun, penelitian lain di tahun 2007 menunjukkan hasil agak berbeda. Disebutkan bahwa minum air 30 menit sebelum makan memang mengurangi asupan kalori dan rasa lapar. Namun, efek ini hanya didapatkan oleh orang yang berusia tua. Pada orang yang usianya kurang dari 35 tahun, manfaat minum air sebelum makan ini tidak terlalu terasa.

Memang belum jelas mengapa hal itu terjadi. Namun, para ahli menduga para orang yang mulai lanjut usia memang memiliki risiko peningkatan berat badan yang lebih tinggi.

Itu sebabnya para ahli menyimpulkan bahwa minum air sebelum makan bisa mengurangi asupan kalori. Namun, dampaknya lebih nyata pada orang yang mulai lanjut usia.
Editor: Lusia Kus Anna   |   Sumber : New York Times
read_more

Masih Ada "Planet X" Setelah Pluto

Foto Pluto diamil dengan Faint Object Camera Teleskop Ruang Angkasa Hubble. 

Sebuah planet padat yang dilapisi es mungkin ada di orbit yang lebih jauh dari Pluto. Bisa jadi ukurannya juga lebih besar.

Mengapa baru kemungkinan? Sebab, planet tersebut belum ditemukan sejauh ini dan baru prediksi berdasarkan model komputer. Model tersebut makin menguatkan hipotesis mengenai Planet X yang pernah diajukan sejumlah pakar maupun muncul di film-film fiksi ilmiah.

"Meskipun pencarian planet-planet lain di tata surya sudah lama dilakukan, belum tentu semuanya terungkap," ujar Patryk Lykawka, peneliti dari Universitas Kobe, Jepang. Ia dan koleganya Tadashi Mukai melaporkan hasil penelitian tersebut dalam Astrophysical Journal edisi terbaru.

Jika perkiraan ini benar, objek yang terletak di kawasan Sabuk Kuiper ini secara teknis tidak disebut planet. sesuai definisi baru yang ditetepkan Himpunan Astronomi Internasional atau International Astronomical Union (IAU) ia disebut plutoid, atau objek bulat padat setelah Neptunus.

Objek-objek di Kuiper Belt memang memiliki karakteristik yang tidak dapat dijelaskan dengan model tata surya standar. Salah satunya, selisih jarak orbit rata-rata yang sangat jauh.
  
Contoh paling terkenal adalah Sedna, yang berada tiga kali lebih jauh daripada Pluto. Sedna membutuhkan 12.000 tahun untuk mengelilingi Matahari satu kali dan jarak orbitnya antara 80 hingga 100 unit astronomi (sati unit astronomi sebanding dengan jarak Bumi-Matahari).

Dari keunikan ini, model memprediksi kemungkinan objek sebesar Bumi ada di Sabuk Kuiper dengan orbit antara 100-200 unit astronomi. Namun, kemungkinannya hanya antara 30-70 persen.

"Kami masih menyisir hingga ujung tata surya, dan saya berharap banyak hal mengejutkan dari survei yang lebih mendalam," ujar Mark Sykes, direktur Institut Sains Planet-planet di Arizona menanggapi pendapat tersebut.
Ia mengatakan, pada jarak tersebut ada kemungkinan air namun dipastikan dalam kondisi beku. Meski tak mustahil ada samudera di bawah permukaannya seperti pada Titan dan Enceladus, dua bulannya Planet Saturnus.
Sumber: SPACE.COM
read_more

Wisata Vulcano Tracking Merapi Disiapkan

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mewacanakan untuk mengembangkan wisata vulcano tracking di sekitar lereng Gunung Merapi.
   
"Ada usulan untuk membuat paket wisata baru, yakni vulcano tracking di sekitar Merapi," kata Sekretaris Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Kembudpar Winarno Sudjas di Jakarta, Minggu (21/11/2010).
   
Kembudpar menyatakan menyambut baik usulan tersebut dan siap melatih pemandu wisata lokal dari karang taruna di wilayah Yogyakarta untuk dilatih dan dididik sebagai pemandu wisata vulcano.
   
Menurut dia, wacana tersebut sangat berpotensi untuk menjadi daya tarik baru guna mendatangkan wisatawan minat khusus sekaligus sebagai upaya perintis untuk memulihkan pariwisata Yogyakarta pascaletusan Merapi.
   
"Dengan berkembangnya wisata ini, maka kios-kios suvenir, penginapan, dan fasilitas pendukung wisata akan mulai menggeliat sehingga sektor riil di Yogyakarta akan segera pulih," kata Winarno.
   
Untuk memulai rencana itu, kata dia, harus ada komitmen dari semua sektor, termasuk para pelaku pariwisata di sekitar Merapi.
   
"Setelah semua siap baru kita akan masuk dan menyiapkan pelatihan," katanya.
   
Pihaknya juga akan berupaya meyakinkan calon investor untuk turut serta membenahi pariwisata Yogyakarta.
   
Winarno mengatakan, pihaknya sudah mulai membicarakan rencana paket wisata minat khusus tersebut dengan para pelaku pariwisata di Yogyakarta. Namun, pada masa tanggap darurat seperti sekarang seluruh pemangku kepentingan masih dalam tahap penghimpunan data.
   
"Jadi kita masih menunggu untuk bisa mengembangkan paket wisata napak tilas vulcano atau paket wisata yang menyajikan aspek dramatis letusan Merapi," katanya.
   
Paket wisata itu juga yang sedang dipikirkan pelaku pariwisata di Yogyakarta, termasuk untuk mengubah jenis model paket yang semula outbond menjadi paket wisata yang menonjolkan aspek edukasi.
   
Misalnya, wisata vulcano untuk anak-anak sekolah yang menunjukkan kepada mereka tentang apa saja material yang dikandung dalam gunung berapi.
   
"Kami percaya, masyarakat Yogyakarta ini kreatif sehingga diharapkan mampu menciptakan paket wisata yang inovatif," demikian Winarno Sudjas.

Sumber: Kompas
read_more

FOLLOWERS